Pakis Hias RI Tembus Australia

Agrofarm-Badan Karantina Pertanian kembali melakukan akselerasi ekspor produk pertanian yang cukup unik, yaitu tanaman pakis ke Australia sebanyak 76 box yang berisi 38.800 tangkai pakis hias.

“Aturan Australia sangat ketat. Jadi ini membanggakan bagi kami membantu menembus pasar Australia,” ujar Wawan Sutian Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang, Minggu (08/4/2018).

Lebih lanjut Wawan menyampaikan karantina pertanian wajib memastikan tiap tangkai pakis tidak membawa risiko penyakit tanaman ke negara tujuannya.

“Bila tidak cermat, produk kita bisa ditolak ataupun dimusnahkan negara tujuan bila mereka jumpai ada hama atau penyakit tanaman,” terangnya.

Dukungan teknis petugas Karantina Semarang diharapkan dapat memberikan eksportasi pakis yang berkualitas, baik selama pemeriksaan di kebun ataupun sebelum keberangkatan ke negara tujuan.

Adapun di Indonesia terdapat dua jenis tanaman pakis, yaitu pakis untuk hias dan pakis untuk sayur. Beberapa waktu lalu, pakis hias Indonesia mampu tembus Jepang dan Singapura.

Kali ini, PT. TFP yang beralamat di Temanggung, mendapat kesempatan ekspor pakis hias ke Australia melalui Bandara Achmad Yani Semarang.

Perusahaan ini telah mengembangkan tanaman pakis hias di lereng Gunung Sumbing dengan ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Dengan luas lahan 40 hektar, setiap harinya mampu memanen 50.000 tangkai.

Pada tahun 2017 mampu mengekspor 10.220.500 tangkai ke Jepang dan Singapura. Tidak hanya permintaan ekspor saja, akan tetapi dalam negeri pun membludak. Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota besar lainnya hampir setiap hari lakukan pengiriman. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *