Presiden Jokowi Widodo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Ist)

Kementan Percepat Pembentukan Korporasi Petani

Agrofarm-Kementerian Pertanian (Kementan) dan empat BUMN pangan bekerjasama guna mempercepat pembentukan koperasi menjadi korporasi petani atau badan usaha milik desa (BUMDes).

“Seusai arahan Presiden Joko Widodo agar pembentukan koperasi bisa dikorporasikan dapat dipercepat,” ujar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di kantor Kementan, Selasa (03/4/2018).

Dia mengatakan, dalam mendukung program tersebut, Kementan akan memberikan bantuan paket berupa dryer, combine harvester, RMU, dan packaging kepada petani.

“Saat ini ujicoba sudah dilakukan di daerah Jawa Timur, berada di Sembilan titik. Selanjutnya menyusul ke Jawa Barat dan Jawa Timur,” ungkap Amran.

Menurutnya, fokus wilayah Jawa lantaran sekitar 60-70% merupakan sentra produksi padi. “Targetnya 10-20% dari total koperasi menyerap gabah peteni. Ini akan diarancang khsus dari mulai pendampingan dan manajerialnya,” jelasnya.

Amran menuturkan, dalam mempercepat program ini Kementan akan menggandeng empat BUMN Pangan yakni PT Sang Hyang Seri, PT Pupuk Indonesia Pangan, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PT Pertani.

“Untuk membangun korporasi petani, petani akan diajari dan diberikan edukasi, karena pola ini akan lebih efisien. Misalnya harga pembelian gabah sekitar Rp 4.300 per kilogram (lg), namun setelah dijual berupa beras harganya meningkat menjadi Rp 8.000-9000 per kg,” katanya.

Dia menjelaskan, petani bisa mendapatkan harga yang baik yang pada gilirannya kesejahterannya meningkat dan memotong rantai pasok. “Pada akhirnya dapat menekan harga di tingkat konsumen dan dapat menstabilkan harga pangan,” pungkas Amran. Bantolo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *