Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS)/ist

2018, BPDP-KS Alokasikan Dana Replanting Rp 250 M

Agrofarm-Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS)mengalokasikan anggaran Rp 250 miliar untuk mendukung pendanaan program peremajaan kebun petani swadaya kelapa sawit tahun ini. Peremajaan itu akan dilakukan di 20 provinsi dan 75 kabupaten.

Hendrajat Natawidjaya, Direktur BPDP-KS, menjelaskan dana peremajaan yang sudah dicairkan hingga saat ini mencapai Rp 4 miliar. “Total dana anggaran tahun ini Rp 250 miliar, dan yang sudah dicairkan Rp 4 miliar,” ujarnya dalam konferensi International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) 2018, di Bali, Kamis (26/4/2018).

Menurut dia, program peremajaan kebun petani sawit itu telah dimulai di Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. “Tahun ini target peremajaan seluas 2,4 juta hektar. Progress kegiatan replanting sejauh ini sudah dilakukan dengan tahap awal di Sumatera Selatan dengan proses pencabutan dan chipping seluas lebih dari 3.400 hektar dan penanaman seluas hampir 2.500 hektar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, strategi peremajaan kebun sawit petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan tanpa membuka lahan baru.”Produktivitas petani swadaya sawit masih rendah dengan kriteria usia tanaman yang tua dan kualitas bibit yang rendah.Sehingga jauh dari produktivitas lahan swasta yang bisa mencapai 5-6 ton per hektar per tahun. Diharapkan dengan strategi peremajaan, produktivitas petani swadaya dapat meningkat dan sekaligus mengurangi pembukaan lahan,” paparnya.

Perlu diketahui, bahwa di Indonesia petani kelapa sawit menjadi aktor utama pengembangan industri ini kedepan. Karena itu, pertumbuhan industri ini diharapkan dapat ikut mendorong kesejahteraan petani kelapa sawit.

“Petani swadaya juga berperan dalam ekspansi lahan sawit karena mereka kebanyakan adalah transmigran, dengan tingkat pendidikan rendah dan sulit beralih kesektor lain. Ini adalah masalah dari petani swadaya,” jelasnya. Bantolo