Ekspor Buah Tropis ke Ukraina Terbuka Lebar

Agrofarm-Kementerian Pertanian (Kementan) terus genjot ekspor produk pertanian dalam negeri. Kali ini upaya membuka pasar buah tropis asal Indonesia ke Ukraina.

Hal itu diungkapkan Banun Harpini, Kepala Badan Karantina Pertanian usai meneken protokol kerjasama karantina pada sidang tahunan ke 13 Commision for Phytosanitary Measures, International Plant Protection Convention, di Rome, Italy.

Adapun komitmen kerjasama dalam bidang perkarantinaan dan perlindungan tumbuhan meliputi: Pencegahan masuk dan menyebarnya organisme pengganggu tumbuhan karantina; Koordinasi dalam tindakan fitosanitari; Penerapan konsistensi standard untuk tindakan fitosanitari dan Penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan berasaskan implementasi bidang perkarantinaan dan perlindungan tumbuhan.

Penandatanganan protokol karantina ini menjadi momentum penting bagi Indonesia agar produk pertanian Indonesia dapat dinikmati negara mitra. Duta Besar Indonesia untuk Italia, YM. Esti Andayani, berkesempatan untuk menyaksikan penandatanganan protokol tersebut yang dilaksanakan di kantor pusat FAO di Roma bersama Pelaksana Duta Besar Ukraina, Mr. Oleg Volovnykov, Mr. Chelombitko Andrii, Chief State Phytosanitary Inspector of Ukraine, serta Dr. Antarjo Dikin, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, dan Yusral Tahir, Atase Pertanian Indonesia.

Dalam acara yang sama selain penanda tanganan protokol kerjasama bidang karantina dan perlindungan tumbuhan juga dilaksanakan inital signing oleh Dr. Antarjo Dikin, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati dengan Mr. Chelombitko Andrii, Chief State Phytosanitary Inspector of Ukraine pada dokumen Arrangement on Phytosanitary Requirement untuk memulai dibukanya akses pasar 7 (tujuh) jenis buah tropis asal Indonesia yaitu pisang, nenas, buah salak, manggis, jeruk nipis, buah naga dan mangga.

“Dengan telah resmi dibuka peluang pasar baru buah tropis ini, diharapkan masing-masing pihak baik para kelompok tani buah, pengelolah buah tropis (packaging house), eksportir, para kepala dinas pertanian yang ada di Propinsi/Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan diri dalam memberikan jaminan kesehatan tumbuhan dan keamanan pangan guna memenuhi persyaratan ekspor,” kata Banun Harpini dalam keterangan resminya, Selasa (18/4/2018).

Banun juga menjelaskan dalam persyaratan ekspor, buah tropis harus memenuhi persyaratan sertifikasi fitosanitari antara lain buah berasal dari kebun yang teregistrasi berikut rumah kemas untuk pemrosesan buah, bebas dari cemaran kotoran tanah, bahan organik sisa tanaman, bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), dan selama dalam angkutan harus bebas dari infestasi OPTK, diberikan perlakuan standar bila ditemukan OPTK saat pemeriksaan petugas karantina serta wajib disertai dokumen Phytosanitary Certificate yang dikeluarkan oleh Badan Karantina Pertanian yang ada di tempat pengeluaran (Pelabuhan Laut dan Bandara).

Perdagangan komoditas pertanian yang sudah berjalan selama ini adalah beberapa komoditas unggulan Indonesia antara lain Kelapa Sawit, kopi, teh, kelapa parut, santan kelapa, bubuk coklat, kayu manis. Sedangkan dari Ukraina yaitu: biji gandum, jagung, biji bunga matahari, ketumbar dan pakan ternak (sorghum dan millet).

Guna mendukung peningkatan kerjasama perdagangan komoditi pertanian, dalam waktu dekat akan dibangun elektronik fitosanitari untuk memperlancar ekspor produk pertanian dan jaminan pasar serta kesehatan tumbuhan.

Program kerja lainnya untuk kedua belah pihak adalah membangun transparansi aturan perkarantinaan tumbuhan, kajian analisa risiko guna mempercepat layanan karantina serta menurunkan dwelling time, mendukung percepatan industri hilir, dan melakukan riset bersama dalam upaya kelancaran ekspor melalui tindakan perlakuan karantina dan perlindungan tumbuhan. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *