Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi/ist

Dirjen Hortikultura Buka Acara Evaluasi Kegiatan Strategis Hortikultura 2018

Agrofarm-Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi membuka acara Evaluasi Kegiatan strategis Hortikultura Tahun 2018 di Hotel Margo City Depok, Jawa Barat dengan mengundang kadistan/kabid seluruh provinsi yang membidangi hortikultura.

“Kebijakan merupakan ilmu dasar dalam capaian kinerja dan perencanaan pembangunan pertanian khususnya hortikultura,” ujar Suwandi dalam siaran persnya, Rabu (11/4/2018).

Adapun Prioritas Nasional Ketahanan Pangan Hortikultura yaitu sayuran dan buah-buahan : bawang merah 6 ribu hektare (ha), bawang putih 629 ha, aneka cabai 13.500 ha, jeruk 2.500 ha, manggis 1.200 ha, mangga 1.200 ha dan pisang 1.000 ha.

“Oleh karena itu, katanya, perlu pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas di masing-masing provinsi/wilayahnya,” jelasnya.

Dia mencontohkan, berdasarkan data BPS di Sumatera Utara 51% produksi bawang merah di produksi dari daerah tersebut serta menjualnya juga untuk kebutuhan daerahnya sendiri, tetapi 25-40% masih didatangkan dari daerh jawa untuk memenuhi kebutuhan.

“Mari, kita brsama-sma melakukan penguatan infrakstruktur dan korporasi petani untuk percepatan pertumbuhan sektor pertanian berkualitas, dengan langkah-langkah percepatan produksi dan perbanyakan benih, penyediaan pasokan air (embung dan bangunan air lainnya), serta percepatan peningkatan produksi dan swasembada,” kata Suwandi.

Saat ini Direktorat Jenderal Hortikultura, mulai membangun lembaga pemasaran yang baru yakni Pasar Lelang, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi pemasaran dan lembaga pemasaran yang saling menguntungkan semua pihak.

Pasar lelang yang sedang di tat di kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Sleman untuk komoditas cabai.

Adapun tujuan pasar lelang adalah untuk memperpendek rantai distribusi dari petani sebagai produsen ke konsumen. “Melalui pasar lelang, petani mendapat batas harga yang lebih baik dan transparan,” tuturnya.

Selain itu, katanya, manfaat pasar lelang petani memiliki kepastian harga dan pedagang lebih muda mendapatkan barang yang berkualitas serta panitia lelang mendapat kas dan jasa.

“Sarana dan prasarana pasar lelang memanfaatkan bangunan sederhana seadany, sarna listrik, alat timbang, alat tulis dan papan tulis serta tidak memrlukan bangunan infrastruktur yang baru,” ujar Suwandi. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *