21.2 C
New York

Pemda Kabupaten Ketapang Tinjau Kawasan Ekosistem Esensial BGA

Published:

Agrofarm-Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group seluas 1.800 hektare (ha) di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dikunjungi Kepala Bapeda, Dinas PU dan Tataruang, Dinas Pemukiman, Perumahan dan Lingkungan Hidup, Dinas Peternakan dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta jajaran Muspika Kabupaten Ketapang.

Kunjungan jajaran Pemkab Ketapang ini merupakan Ground Checking (tinjauan lapangan) dalam menindaklanjuti SK Gubernur No: 718/Dishut/2017 tentang Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) di wilayah tersebut.

Tinjauan lapangan ini juga sebagai pelaksanaan pengecekan atas pemenuhan persyaratan dan ketentuan KEE terhadap kesesuaian SK Gubernur dimaksud.

“KEE yang berada didalam konsesi BGA Group ini merupakan kerjasama multi pihak (termasuk Pemda) yang sangat positif bagi keanekaragaman hayati wilayah setempat dan fasilitas pertanian terpadu yang ada pada kawasan ini dapat juga bermanfaat bagi masyarakat lokal,” ujar Plt. Kepala Bappeda Ketapang, Akia dalam keterangan resminya, Jumat (30/3/2018).

KEE ini merupakan jalur koridor yang menghubungkan kawasan ekosistem hutan Sungai Putri dengan kawasan ekosistem Gunung Tarak sebagai penyangga Taman Nasional Gunung Palung yang merupakan kawasan satwa liar berkehidupan.

Selain untuk kehidupan satwa liar, koridor yang menggunakan pendekatan lansekap ini menyediakan tempat bagi masyarakat sekitar untuk belajar pertanian terpadu seperti; budidaya pertanian organik, budidaya jamur, budidaya ikan keramba, peternakan dan lainnya.

Proyek yang dikoordinasi lembaga nirlaba IDH (Initial Development Initiative) dan ini merupakan upaya BGA Group dalam membangun kawasan konservasi yang menghubungkan beberapa kawasan Hutan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah, Jajaran Muspika dan Tokoh Masyarakat setempat terhadap KEE ini. Mudah-mudahan kawasan ini bermanfaat bagi keanekaragaman hayati dan menjadi alternative income bagi masyarakat setempat melalui pembinaan dan pendampingan di bidang pertanian organik dan beternak di area pertanian terpadu yg menjadi bagian KEE ini, ” ujar Kamsen Saragih, Head of Corporate Affair Kalbar BGA Group.

Kawasan ini akan menjadi jalur pelintasan habitat satwa liar dan salah satunya adalah orangutan. Saat ini kedua kawasan hutan tersebut terpisah cukup jauh sehingga orangutan sering melintas dan berkeliaran di pemukiman masyarakat dan perkebunan kelapa sawit apabila ingin mencari sumber makanan. Hal tersebut terkadang juga mengakibatkan konflik antara masyarakat setempat dengan orangutan.

Proyek Kawasan Ekosistem Esensial ini menghubungkan 8 (delapan) desa dengan total populasi sekitar 11.000 jiwa. Proyek ini juga akan mengembangkan 5.000 petani kecil kelapa sawit melalui pendirian lembaga koperasi.

Sebelumnya, kawasan antara Gunung Tarak, Gunung Palung dan hutan rawa gambut Sungai Putri sangat terancam oleh deforestasi, pembalakan liar, pertambangan, dan ancaman kebakaran hutan. Akibatnya, kedua kawasan konservasi hutan gambut alam tersebut rusak parah sehingga mengganggu kelangsungan hidup keanekaragaman hayati yang tidak dapat ditemukan ditempat lain didunia dan menurunkan habitat orangutan serta flora dan fauna lainnya.

Diharapkan desa-desa yang dilalui jalur/koridor tersebut akan menjadi desa yang memiliki hutan lestari dengan pengelolaan terbaik. Bantolo

Related articles

Recent articles