Bulog-BPS Teken Delapan MOU terkait Data Pangan

Agrofarm-Ada delapan ruang lingkup dalam nota kesepahaman (MOU) antara Perum Bulog dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyediakan data dan informasi statistik di bidang Pangan selama lima tahun kedepan.

MOU ini terdiri dari delapan ruang lingkup strategis yaitu : Pertama, penyediaan data dan informasi statistik melalui kegiatan perencanaan, pengumpulan, pengolahan, analisis, serta penyajian data serta informasi statistik di bidang pangan.

Kedua, pemanfaatan data dan informasi statistik di bidang pangan. Ketiga, pengembangan sistem informasi statistik di bidang pangan. Keempat, dukungan fasilitas dan peralatan analisa mutu pangan.

Kelima, pelaksanaan kegiatan lainnya yang bersifat strategis dalam rangka penugasan yang diberikan oleh Pemerintah. Keenam, bersama-sama melakukan monitoring di lapangan terkait pasokan serta harga pangan.

Ketujuh, pengembangan sumber daya manusia di bidang statistik serta bidang pangan. Kedelapan, pengembangan kerja sama kelembagaan lainnya yang terkait dengan bidang statistik serta bidang pangan.

Perum Bulog, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 48 tahun 2016 ditugaskan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan baik ditingkat konsumen maupun produsen dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Pada pelaksanaannya, Perum Bulog membutuhkan data-data sebagai media pendukung dalam perencanaan, pelaksanaan maupun monitoring dan evaluasi pada penugasan yang diemban Perum Bulog.

Sementara BPS merupakan lembaga pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan memiliki tugas pemerintahan di bidang statistik berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan, data diperlukan untuk kebijakan atau perencanaan pelaksanaan maupun monitoring dan evaluasi atas tugas-tugas tersebut.

“Bulog sangat membutuhkan data-data dengan akurasi yang tinggi. Dan lembaga yang mampu melakukan ini yakni BPS,” ujar Djarot di kantornya, Selasa (21/3/2018).

Menurutnya, Perum Bulog senantiasa menghormati Independensi BPS dalam melaksanakan pengamatan dan pelaporan data sebagai satu-satunya institusi resmi yang merilis data pemerintah.

Dia berharap, kerjasama Bulog dan BPS dapat berkesinambungan dan membawa manfaat yang lebih bagi kedua belah pihak maupun masyarakat luas dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan pokok khusunya beras.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto mengungkapkan, MOU ini akan menjadi payung hukum dimulainya kerjasama BPS dan Bulog selama 5 tahun ke depan. Dia berharap, adanya nota kesepahaman ini kerjasama antara tim Bulog dan BPS akan berjalan lebih baik.

Menurutnya, Peran Bulog sangat penting utamnya dalam menjamin ketersediaan dan stabilitasi harga pangan.

“Untuk melaksanakan tugas ini diperlukan dukungan data dan informasi yang berkualitas. Artinya datanya relevan, akurasi tinggi, update dan dapat diakses dengan mudah. Jadi BPS mempunyai peran untuk menyediakan data dan informasi yang diperlukan oleh Bulog terutama perkembangan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen,” jelasnya. Bantolo

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *