Plt Dirjen Hortikultura Kementan, Syukur Iwantoro melakukan Konferensi Pers terkait Kasus Pengadaan Pupuk Hayati/ban

Kementan Pecat Pegawainya yang Ditahan KPK

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) mengkofirmasi kebenaran informasi bahwa Eko Mardiyanto, telah diperiksa dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 9 Maret 2018 terkait kasus pengadaan pupuk hayati APBN Tahun 2013.

“Peristiwa ini bukan terjadi pada periode pemerintahan saat ini yang dimulai tahun 2014. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mempunyai komitmen yang kuat untuk membawa kementerian ini bersih dari KKN,” kata Plt Dirjen Hortikultura Kementan, Syukur Iwantoro saat konferensi pers di Kantor Kementan Jakarta Selatan, Sabtu (10/3/2018).

Menurutnya, bentuk komitmen ini salah satunya sebanyak 195 pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mematuhi peraturan perundangan diberhentikan, dimutasi dan demosi.

“Kementan mendukung langkah-langkah penegakan hukum oleh KPK dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN,” tegas Syukur.

Selain itu, katanya, Mentan sebagai pimpinan Kementan selalalu menegaskan kepada para jajarannya untuk selalu bekerja keras, jujur dan patuh terhadap peraturan perundangan yang berlaku.

“Sementara pihak tersangka Eko Mardiyanto sudah diberhentikan atau dipecat sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 151/Kpts/KP.230/3/2016 tentang Pemberhentian, Pemindahan, dan Pengangkatan dalam Jabatan Administrator (Eselon III) dan Pengawas (Eselon IV) di Lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura,” jelas Syukur.

Eko Mardiyanto adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan pengadaan pupuk hayati yang dilaksanakan pada tahun 2013 dan Kepala Subbagian Anggaran, Bagian Perencanaan Ditjen Hortikultura. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *