20.8 C
New York

AGRASI Bawa Dampak Signifikan bagi Petani dan IKM, Perkuat Ekosistem Porang Nasional melalui Kolaborasi Strategis

Published:

Agrofarm.co.id, Jakarta – Kehadiran PT Agrobisnis Komoditas Indonesia (AGRASI) di sektor pertanian, khususnya pada industri porang, telah membawa dampak yang sangat positif bagi para petani dan Industri Kecil Menengah (IKM).

Melalui kolaborasi dengan Guangxi Huapin Agricultural Technology Co., Ltd (HuaPin) dari China dan dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), AGRASI berhasil menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi semua pemangku kepentingan.

Sinergi ini sejalan dengan upaya hilirisasi yang didorong pemerintah, sekaligus memberi harapan akan kolaborasi strategis dengan sektor kehutanan dan Kementerian Pertanian guna memperluas dampak positifnya.
Menurut Donny Mahendra selaku koordinator Agrasi Nasional : Dampak Langsung bagi Petani dan IKM Melalui program kemitraan kontrak farming, AGRASI memberikan jaminan pasar dan kepastian harga bagi para petani porang di berbagai wilayah.

Hal ini sangat membantu petani kecil yang sebelumnya sering menghadapi ketidakstabilan harga pasar dan kesulitan dalam memasarkan produk mereka.

“Dengan adanya AGRASI sebagai offtaker, petani kini memiliki akses pasar yang lebih terjamin dan stabil, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka secara signifikan,” kata Donny dalam siaran persnya, Rabu (25/9/2024).

Sukarno, seorang petani porang dari Madiun, mengungkapkan rasa syukurnya setelah bergabung dengan program kemitraan AGRASI.

“Sebelum ada AGRASI, kami sering kebingungan soal harga dan penjualan porang. Tapi sekarang, hasil panen kami dibeli dengan harga yang layak, dan kami tidak khawatir lagi soal pemasaran. Ini sangat membantu keluarga kami,” ujar Sukarno.

Tak hanya petani, IKM yang bergerak di bidang pengolahan porang juga merasakan manfaat yang besar dari kolaborasi ini. AGRASI memberikan dukungan berupa pemakaian mesin pengering dan pelatihan teknis untuk meningkatkan kualitas serpih porang yang dihasilkan IKM, sehingga layak diekspor.

Dukungan ini memungkinkan IKM lokal meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengolahan.

Kolaborasi dengan Huapin dan Dukungan Kemenperin Kolaborasi AGRASI dengan Guangxi Huapin Agricultural Technology Co., Ltd (HuaPin) dari Tiongkok merupakan tonggak penting dalam pengembangan industri porang berbasis ekspor.

Sebagai offtaker seluruh hasil olahan porang AGRASI, Huapin memberikan kepastian pasar internasional bagi para petani dan IKM di Indonesia. Kerjasama ini didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang berkomitmen memberikan dukungan teknis dan akses terhadap teknologi pengolahan modern, dalam rangka menjaga kualitas dan daya saing produk olahan porang Indonesia di pasar global.

Kemenperin juga mendorong pengembangan produk turunan porang, seperti tepung glukomanan, yang memiliki potensi besar di sektor industri makanan, farmasi, dan kimia. Program hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk porang dan menciptakan rantai nilai yang lebih luas di industri pertanian Indonesia.

Harapan Sinergi dengan Perhutani dan Kementerian Pertanian Ke depan, AGRASI berharap dapat menjalin kolaborasi strategis dengan Perhutani dan Kementerian Kehutanan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan dalam meningkatkan produktivitas porang.

Lahan-lahan yang dikelola oleh Perhutani dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sentra produksi porang, yang dapat mendukung keberlanjutan pasokan bahan baku bagi industri porang di Indonesia.

Di sisi lain, AGRASI juga berupaya memperluas kolaborasi dengan Kementerian Pertanian, khususnya melalui Direktorat Jenderal Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Dir. AKABI). Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu dalam pengembangan bibit unggul, pendampingan teknis, serta pemberdayaan petani porang di berbagai daerah, sehingga produktivitas dan kualitas porang dapat terus meningkat.

Menurut CEO AGRASI, Ryan Adidharma Audwinto, untuk tahun 2024 kita targetkan akan ada 70 IKM, “Kami berharap sinergi ini dapat terus berkembang, baik dengan sektor kehutanan, kementerian, maupun pelaku industri lain. Dengan kolaborasi yang kuat, kami yakin bahwa industri porang Indonesia akan semakin maju dan mampu bersaing di pasar global.”

Masa Depan Pertanian Porang di Indonesia Melalui program-program strategis yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan petani lokal, AGRASI optimis bahwa masa depan industri porang di Indonesia akan semakin cerah.

Peningkatan produktivitas, kualitas, dan daya saing produk porang akan memberikan dampak besar bagi kesejahteraan petani dan perekonomian nasional.

Dengan terus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan petani, AGRASI siap menjadi motor penggerak dalam pembangunan ekosistem industri porang yang kuat dan berkelanjutan. Bantolo

Related articles

Recent articles