20.8 C
New York

Kementan Targetkan Produksi Kopi 3 ton/ha

Published:

Agrofarm-Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi kopi bisa mencapai 3 ton/hektare(ha)/tahun. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membagikan bibit dan pendampingan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini rata-rata produktifitas tanaman kopi di Indonesia hanya mencapai kurang lebih 600 kilogram/ha/ton. “Dukungan pemerintah terutama dalam hal bibit dan pendampingan diharapkan mampu mendongkrak produktifitas ke angka 3-4 ton/ha /tahun,” ujar Amran dalam keterangan resminya, Kamis (26/4/2018).

Salah satunya Tana Toraja, kabupaten yang berada di dataran tinggi Sulawesi Selatan ini begitu terkenal dengan kopinya yakni jenis kopi toraja atau lebih tepatnya arabika toraja.

Menurutnya, kopi Toraja mempunyai potensi besar untuk meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut melalui bidang pertanian, serta juga kakao.

Amran menegaskan komitmennya untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai wilayah kopi. “Kami ingin jadikan kabupaten ini (Tana Toraja dan Toraja Utara) kabupaten kopi,” jelas Amran.

Sebagi tindak lanjut, untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri diberikan sekitar 4 juta batang bibit tanaman perkebunan atau tepatnya 4.033.850 batang bibit yang terdiri dari : kopi 1.680.000 batang, kakao 1.430.000 batang, lada 510.000 batang, pala 150.000 batang, cengkeh 175.000. Sedangkan di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara sendiri mendapatkan 500.000 bantang bibit kopi. Sama juga seperti Kabupaten Toraja Utara.

Amran menjelaskan, produksi benih bantuan komoditas ini dilaksanakan bertahap karena proses produksi benih ini menggunakan teknologi yang mampu menghasilkan tanaman dalam umur produksi lebih cepat melalui teknologi sambung pucuk seperti komoditas kakao.

“Kita menjadikan kopi menjadi unggulan Tana Toraja bahkan dunia sudah mengenal kopi Tator. Kita dorong seterusnya,” terang Amran.

Kopi olahan

Nurhidayah, seorang wanita anggota Kelompok Wanita Tani Bedallean, sudah menerapkan bisnis pengolahan kopi secara lebih profesional. Dirinya mampu mengemas kopi toraja ke dalam kemasan yang sudah siap jual.

“Kami apresiasi Bupati Tana Toraja, ini luar biasa, ada home industry yang berada di tengah hutan Tana Toraja. Kami bangga dengan Bupati, PPL nya, petaninya,” ungkap Amran.

Selain itu, Amran mendeklarasikan brand kopi toraja yang nanti akan dipatenkan dengan nama Kopi Jantan Toraja. “Oleh karena itu kami datang kesini karena ingin memberikan bantuan bibit kopi, kemudian kita mengajari dan mengedukasi mereka budidaya, kemudian juga processing-nya. Kami membayangkan nanti dari kelompok tani langsung supermarket bahkan langsung ekspor. Inilah harapan bapak Presiden”, jelas Amran.

“Added valuenya (kopi toraja) kalau dijual kiloan hanya 30 ribu tapi kalau dijual kemasan seperti ini harganya di tingkat petani 250 ribu. Insyaallah kami akan keluarkan SK khusus untuk penghasil kopi Indonesia,” tuturnya. Bantolo

Related articles

Recent articles