15.4 C
New York

Asian Agri Komitmen Lanjutkan Program Desa Bebas Api

Published:

Agrofarm.co.id-Asian Agri, perusahaan perkebunan kelapa sawit, yang merupakan bagian dari grup Royal Golden Eagle (RGE) berkomitmen melanjutkan Program Desa Bebas Api. Program ini terbukti sukses mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Mencegah kebakaran hutan dan asap di Indonesia membutuhkan kerja sama hingga di tingkat masyarakat, itulah sebabnya Asian Agri meluncurkan program Desa Bebas Api yang merupakan respon dari masalah kebakaran lahan yang berulang, dan menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan dan menimbulkan masalah di kawasan regional.

Membakar merupakan cara tradisional yang biasa digunakan masyarakat setempat sebagai cara yang paling efektif dan murah dalam membuka lahan. Namun, membakar berisiko tinggi saat musim kemarau dan menyebabkan api mudah menyebar dan sulit untuk dikontrol.

Program Desa Bebas Api bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bahaya serta menyediakan alternatif yang lebih murah dibandingkan menggunakan api.

Program ini dimulai dengan kerja sama dengan sembilan desa di Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Utara. Program ini berhasil mengurangi lahan yang terdampak kebakaran dari 13,75 hektar menjadi 7,98 hektar di tahun berikutnya. Berangkat dari kesuksesan ini, tahun 2017 program in diperluas dengan menjangkau 16 desa.

Penghargaan Kepada Masyarakat

Melalui unit bisnisnya PT Rigunas Agri Utama (RAU), Asian Agri memberikan reward Desa Bebas Api (DBA) kepada desa binaannya yang berhasil mencegah terjadinya karhutla pada periode 2020 2021.

Adapun salah satu desa yang berhasil mendapatkan reward Desa Bebas Api adalah Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

Kepala Desa Semambu, Akmal mengucapkan terima kasih kepada PT RAU yang telah membantu mencegah terjadinya karhutla di desa, dan pemberian reward Desa Bebas Api.

Terima kasih atas perhatian perusahaan selama ini terutama dalam membantu desa kami mencegah kebakaran, sehingga tahun ini kami mendapat penghargaan yang dapat memotivasi warga untuk terus mencegah terjadinya karhutla di lingkungan desa. Harapan saya, kerja sama ini dapat terus berlanjut dan desa kami juga dapat terbebas dari karhutla, terang Akmal saat menerima reward secara simbolis pada 13 Oktober 2021 lalu.

Sementara itu untuk wilayah Riau, Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau juga mendapat apresiasi dari Asian Agri dengan memberikan penghargaan berupa dana pembinaan sebesar Rp 50 juta.

Manager Desa Bebas Api Asian Agri, Hafiz Hazalin Sinaga berharap upaya pencegahan karhutla dapat terus berjalan dengan baik dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

Kami mengucapkan selamat kepada Desa Semambu dan Desa Bagan Limau yang telah berhasil mencegah karhutla di lingkungan desanya dengan maksimal. Perusahaan memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan desa dalam mencegah kebakaran. Kami berharap upaya ini terus ditingkatkan sehingga nantinya desa dapat mandiri dalam melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di desanya, ungkap Hafiz.

Lamhuddin Harahap, Sekretaris Desa Bagan Limau, Pelalawan, Riau berterima kasih kepada Asian Agri atas inisiatifnya dalam membuat program Desa Bebas Api.

“Alhamdulillah setelah 5 tahun menjalankan program Desa Bebas Api ini, akhirnya di tahun ini kami mendapat penghargaan sebesar Rp 50 juta,” tambah Lamhuddin Harahap seraya mengimbau masyarakat Desa Bagan Limau untuk saling membantu dalam pencegahan karhutla

Faktor kunci dalam program Desa Bebas Api ini adalah reward untuk desa yang tidak terbakar, yang memberikan insentif ekonomi berupa infrastruktur yang dapat digunakan masyarakat jika mereka berhasil mencegah desanya dari kebakaran. Masyarakat desa bebas menggunakan hadiah tersebut, untuk pembangunan jalan, jembatan, ataupun memperbaiki atau membangun tempat ibadah untuk masyarakat desa

Desa yang berpartisipasi dan berhasil mencegah terjadinya kebakaran di desanya berhak atas hadiah Rp 100 juta, dan sebesar Rp 50 juta diberikan pada desa yang berhasil membatasi kebakaran di bawah satu hektar. Tim Desa Bebas Api juga bekerja dengan masyarakat setempat dalam memberikan pengetahuan mengenai bahaya penggunaan api dan menyediakan alat berat yang memungkinkan warga untuk membuka lahan tanpa membakar.

Tim yang dibentuk sebagian besar terdiri dari penduduk lokal, dengan Pemimpin Kru yang dipilih dari kalangan masyarakat setempat. Membangun kemitraan sangat penting dalam upaya pencegahan kebakaran melalui kesadaran masyarakat dan bukan sesuatu yang dipaksakan dari luar.

Pada tahun 2016, Asian Agri juga menjadi salah satu anggota pendiri Fire Free Alliance (FFA), yang menyatukan beberapa perusahaan kehutanan dan pertanian untuk menjangkau lebih dari 200 desa, yang mencakup setidaknya 1,5 juta hektar lahan di berbagai wilayah di Indonesia. Bantolo

Related articles

Recent articles