16.9 C
New York

Peran Penting Smart Farming Dalam Membangun Agribisnis Indonesia

Published:

Agrofarm.co.id-Mantan Menteri Pertanian (Mentan), Bungaran Saragih mengungkapkan bahwa peran smart farming (bertani cerdas) menjadi sangat penting dalam membangun agribisnis nasional dari hulu hingga hilir.

“Di tingkat global tantangan ketahanan pangan juga semakin sulit dunia butuh untuk memproduksi 70 persen makanan lebih banyak pad tahaun 2050 untuk meberi makan sekiar 9 miliar orang,” kata dia pada webinar Solusi Digitalisasi Untuk Meningkatkan Profit dan Efisiensi, Kamis (21/10/2021).

Namun saat ini dunia menghadapi tantangan lantaran lahan pertanian produktif semakin sempit dan kondisi iklim yang dulit diprediksi akibat pemanasan global. “Negara-negara berlomba-lomba untuk menerapkan cara yang paling efektif dan efisien untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar dia.

Tidak hanya dunia, Indonesia juga harus mencari solusi untuk pemenuhan pangan warganya. “Indonesia sebagai bangsa memerlukan cara baru bertani yang cerdas (smart farming). Dengan dibantu sistem teknologi informasi,” ungkap Bungaran.

Menurut dia, peran smart farming sangat bagus dalam membangun sistem agribisnis. “Tidak hanya hulu tapi hilir dan jasa penunjang pertanian hingga rantai pasok atau supply chain,” ujar dia.

Bungaran mengatakan, sistem dan informasi teknologi membuat semua aktivitas pertanian dapat dilakukan secara otomatis dan dikendalikan dari jarak jauh. “Dengan begitu, petani dapat menghemat air, energi dan sumer daya lainnya,” tambah dia.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari mengatakan, dalam periode 2021-2024, Ditjen Hortikultura melakukan pengembangan Kampung Hortikultura, yaitu kampung buah, sayuran, tanaman obat, dan florikultura.

“Ini kami kemas sedemikian rupa bagaimana Kampung Hortikultura tidak hanya one village one product, tapi one village one Variety. Dari sini sebetulnya sudah terjadi digilitasi dalam one village one variety ada registrasi kampung hortikiltura,” ujarnya.

Retno menambahkan, Kampung hortikultura, dikemas satu kampung dengan semangat untuk meningkatkan ekonomi. “Dari sini sudah dimulai digitalisasi karena ada registrasi kmpung hortikultura dan ada 1000 kampung lebih sudah teregistrasi,” jelas dia.

Dia menuturkan program digitalisasi ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk hortikultura. Produksi harus smart pula dalam mengatur komposisi ramah lingkungan hingga produk pangan yang dihasilkan bagus, ujar dia.

Retno mengatakan, tujuan dari program digitalisasi pada pembangunan hortikultura adalah guna mentransformasi sub sektor hortikultura yang saat ini masih tradisional menjadi lebih modern. “Selain itu mendidik petani menjadi pengusaha agribisnis handal,” ungkap dia.

Owner INTA crop Technology Spain menambahkan, perusahaan Ini menawarkan tekonologi mitigasi yang lebih maju untuk green house. “Teknologi untuk meningkatkan profitabilitas tanaman. poin utama adalah maksimal untuk mengontrol air, pupuk dan pengaturan lingkungan,” terang dia.

Juju Rukman, Kepala balai UPTD Balai Benih Tanaman Kentang mengatakan, pihaknya melakukan inovasi berbasis internet of things (IoT) untuk perbanyakan benih dasar G.0 dengan sistem penyiraman otomatis.

Dia menyebutkan, sistem IoT terdiri dari dua komponen utama, identifikasi kualitas tanah dan sistem penyiraman air. “Ini dapat efektif dan efisiensi dalam mengontrol kebutuhan air, kelembapan tanah, ekonomisnya tenaga kerja sehingga alat yang bekerja,” ungkap dia. Bantolo

Related articles

Recent articles