21.9 C
New York

Bakrie Sumatera Plantations Catat Penjualan Rp 2,51 Triliun di Tahun 2020

Published:

Agrofarm.co.id-PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) di tengah Pandemi Covid-19, Perseroan mampu beradaptasi dengan baik dan membukukan peningkatan penjualan 26% ke Rp 2,51 triliun, peningkatan laba kotor 213% ke Rp 399 miliar, dan peningkatan EBITDA +428% ke Rp 136 miliar disepanjang tahun 2020 dibandingkan periode sama 2019.

Di tengah Pandemi Covid-19, Perseroan mampu beradaptasi dengan baik dan membukukan peningkatan penjualan +26% ke Rp 2,51 triliun, peningkatan laba kotor menjadi 213% ke Rp 399 miliar, dan peningkatan EBITDA +428% ke Rp 136 miliar disepanjang tahun 2020 dibandingkan periode sama 2019.

“Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun, diantaranya dengan peremajaan menggunakan bibit unggul, dan pabrik sampai ke produk hilir sawit oleokimia di Kuala Tanjung Sumatera Utara yang beroperasi dengan utilisasi 85% sepanjang tahun 2020, ditengah rerata harga komoditas sawit CPO (Crude Palm Oil) dunia 2020 di level USD 706 per ton CIF Rotterdam yang lebih tinggi dibandingkan level USD 566 di 2019. Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka,” kata Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto dalam keterangan resminya, Jumat (13/8/2021).

Perseroan mengikuti protokol RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, diantaranya kebijakan zero-burning (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan. Keberlanjutan di sawit mencakup banyak aspek people & planet seperti mensejahterakan petani sesuai Sustainable Development Goals no-poverty, zero-waste sesuai Circular Economy, dan no-deforestation reduksi emisi gas rumah kaca untuk Climate Change., paparnya.

Bibit Unggul

Perseroan juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama.

Saat ini produktivitas sawit nasional hanya sekitar 3 ton CPO per hektar per tahun, dimana dengan bibit unggul potensi produktivitas bisa meningkat setelah program peremajaan (replanting).

Produktivitas bibit unggul Perseroan bisa menghasilkan 10 ton CPO per hektar per tahun, dengan produksi 40 ton buah sawit per hektar per tahun dan ekstraksi CPO nya 25%, sesuai hasil lapangan bibit unggul Perseroan yang sudah disertifikasi.

Dengan bibit unggul, luas lahan kebun tidak perlu bertambah, menghasilkan produksi CPO berlipat ganda yang meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional.

Perseroan melihat bibit unggul dan program peremajaan sawit rakyat sebagai kunci kesejahteraan petani dan produktivitas sawit yang berkelanjutan.

Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto menambahkan, strategi peningkatan produktivitas berkelanjutan yang sedang dilakukan akan lebih banyak lagi dirasakan dampak positifnya dalam jangka menengah dan panjang.

“Melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan langkah konkrit peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. Kami optimis, dalam jangka menengah dan panjang Perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat,” ungkap dia. Bantolo

Related articles

Recent articles