17.1 C
New York

Kadin Dorong Industri Sawit Topang Ketahanan Pangan Dunia

Published:

Agrofarm.co.id-Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mendorong industri sawit mampu menopang ketahanan pangan dunia. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin bidang Agribisbnis, Pangan dan Kehutanan Franky Oesman Widjaja pada konferensi minyak sawit terbesar dunia IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (3/12/2020).

Dia menambahkan bahwa industri sawit tidak hanya menopang perekonomian. Industri sawit juga mendorong kesejahteraan rakyat sebagai sektor yang padat karya. Ia membeberkan setidaknya 16 juta masyarakat Indonesia bergantung hidup terhadap industri sawit, baik langsung maupun tidak langsung.

Selain itu dengan peningkatan populasi dunia dan permintaan pasar akan minyak nabati, Franky mendorong industri sawit untuk menopang ketahanan pangan dunia. Ia menjelaskan sawit sebagai minyak nabati yang paling produktif dan efisien dibandingkan minyak nabati lainnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar dunia.

“Minyak sawit memproduksi setidaknya 5 ton per hektar per tahun sehingga hanya membutuhkan 40 juta hektar untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia,” ungkap dia.

Sementara itu, kedelai dengan produksi rata-rata produksinya 0,45 ton/ha/tahun maka membutuhkan 445 juta hektar lahan dan kanola yang produksi rata-ratanya 0,78 ton/ha/tahun membutuhkan lahan seluas 290 juta hektar.

Dengan potensi yang besar, Franky meyakini industri sawit Indonesia mampu memenuhi pangsa pasar domestik juga dunia terlebih jika terus mampu meningkatkan produktivitas. Bantolo

Related articles

Recent articles