18.5 C
New York

Bungaran Saragih :Penanganan Stunting di Indonesia Itu Penting

Published:

Agrofarm.co.id-Prof Bungaran Saragih Guru Besar Bidang Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) penanganan stunting atau gagal tumbuh pada anak balita di Indonesia masih itu penting dan urgen. Untuk itu pemerintah harus membuat kebijakan dan strategi nasonal untuk menekan angka stunting di dalam negeri.

Dia mengatakan, apabila pemerintah tidak segera bertindak membuat kebijakan dan strategi mengatasi stunting, maka Indonesia akan semakin ketinggalan.

“Data statistik menunjukkan di Asean posisi Indoensia nomor 2 dan di dunia nomor 5 terburuk dari 148 negara anggota PBB yang kondisi gizinya buruk,” kata dia pada acara Talkshow dengan tema Mewujudkan SDM Unggul Indonesia melalui Pengendalian Stunting dengan Pangan Bergizi dan Terjangkau di Menara 165 Jakarta Selatan, Rabu (12/02/2020).

Meskipun diakuinya, dalam enam tahun terakhir terjadi penurunan stunting 1 persen. Menurut dia, saat ini ada 27 persen Balita yang stunting, maka jika targetnya 20 persen perlu waktu 10 tahun untuk bisa mencapai target standar nasional.

“Masalah stunting adalah masalah sangat komplek. Penting dan urgen. Karena itu harus ada banyak usaha untuk mengatasi masalah stunting, ungkap dia.

Bungaran mengatakan, ada tiga masalah utama stunting di Indonesia. Pertama, kemampuan masyrakat dalam mengakses pangan bergizi. Kedua, pengetahuan soal stunting masih rendah. Ketiga, tidak ada ketersediaan pangan yang bergizi kepada masyarakat.

Dalam penanganan stunting, lanjutnya, tidak cukup hanya dari sektoral yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, BKKBN, Pemda, dan pemerintah puat, tapi juga non pemerintah. Bisa organisasi sosial, keagamaan, bahkan politik.

Harus banyak strategi dan kebiakan untuk menangani stunting. Artinya perlu ada kebijakan dan strategi nasional, ujarnya.

Selain itu, katanya, perlu ada peta yang detil dan komplit. Peta mengenai siapa yang menjadi sumber dan penyebab stunting, serta dimana saja lokasi yang stunting.

Ini pertanyaan pokok yang harus dipetakan. Dengan menjawab pertanyaan itu, kita baru bisa merumuskan strategi dan mobilisasi sumber daya untuk menanggulangi stunting. Memang rumit dan jelimet, petanya bukan dua dimensi, tapi tiga atau empat dimensi, terangnya.

Dia mencontohkan, pemerintah saat ini bisa belajar dari pengalaman penanggulangan seperti KB yang cukup berhasil. Bantolo

Related articles

Recent articles