21.9 C
New York

Edhy Prabowo : Sektor Budidaya Perikanan jadi Prioritas KKP

Published:

Agrofarm.co.id-Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebut pengembangan sektor budidaya perikanan menjadi prioritas di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk dapat meningkatkan produktivitas budidaya perikanan di Indonesia.

Alasan menjadikan sektor budidaya perikaan sebagai fokus utama, karena baru 10 persen yang tergarap dari potensi yang ada. Dan dari 10 persen itu, menurutnya, pengelolaan dan hasilnya belum maksimal.

“Padahal bila digarap serius, ini bisa jadi lapangan kerja baru dan meningkatkan devisa,” kata Edhy saat menutup Rapat Koordinasi KKP di Sentul, Bogor, Rabu (22/1/2020).

Berdasarkan peta potensi perikanan budidaya di KKP, seluruh pulau di Indonesia berpeluang menjadi tempat pembudidayaan. Baik untuk budidaya perikanan air tawar, air payau, dan juga laut.

Edhy berharap jajarannya mengutamakan budidaya udang. Sejauh ini, ada sekitar 300 ribu hektare lahan budidaya udang di Indonesia. Dari jumlah tersebut, menghasilkan sekitar 800 ribu ton udang per tahun atau sekitar 2,6 ton per hektare.

“Kita targetkan saja menjadi 5 ton hasil panen per hectare-nya,” ujarnya dia.

Dalam mengembangkan sektor budidaya, Edhy tidak hanya akan memaksimalkan lahan yang dimiliki KKP, tapi juga bekerjasama dengan lintas instansi dan lembaga. Seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemda, serta Perhutani.

Sedangkan dari sisi permodalan, KKP menggandeng perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pihaknya pun siap melakukan pendampingan bagi masyarakat yang akan terjun ke sektor ini.

“Kita dampingi (ke perbankan). Asal niatnya untuk produktivitas,” tambahnya.

Di sisi lain, pakan juga menjadi concern KKP. Karena selama ini, salah satu kendala pembudidayaan ikan adalah mahalnya harga pakan. Ia bersama jajaran sedang menggodok pengembangan pakan alternatif berupa maggot (black soldier fly). Harga maggot jauh lebih murah dibanding pakan konvensional. Nutrisinya pun tak kalah, dan dapat mengurangi sampah organik.

“Maggot ini lebih hemat, karena per 0,8 kg-nya bisa untuk 1 kg ikan/udang. Sedangkan pakan biasa butuh 2 kg,” pungkasnya. Bantolo

Related articles

Recent articles