21.9 C
New York

KUD Bangkit Usaha Makmur Terima Dana BPDP-KS Rp 21,5 Miliar

Published:

Agrofarm.co.id-KUD Bangkit Usaha Makmur menerima bantuan dana sebesar Rp 21,5 miliar dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) untuk peremajaan sawit rakyat (PSR) seluas 857 hektare (ha).

Khoirum Khoirum, Ketua KUD Bangkit Usaha Makmur mengatakan program PSR dilaksanakan tiga tahap. Tahap pertama PSR seluas 447 Ha, tahap kedua seluas 410 Ha dan tahap ketiga 50,86 Ha.

KUD ini berlokasi di Desa Bencah Kesuma, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Jumlah anggota KUD yang terlibat sebanyak 372 Kepala Keluarga.

Khoirum menambahkan, lahan yang diremajakan ikut program peremajaan sawit rakyat (PSR) melalui bantuan dana BPDP juga dan memakai sistem off-taker.

Sistem ini merupakan hasil kerjasama antara PT Rohul Sawit Industri (BGA Group) dengan KUD BUM, Perbankan dan Disbun setempat, dimana peran PT RSI selain sebagai Penampung buahnya, juga berkewajiban sebagai pendamping (mitra) dalam hal teknis Agronomi agar kebunnya dapat sesuai standar perkebunan, namun pengelolaan kebun tetap dilakukan secara mandiri oleh petani dan Koperasi.

“Ini merupakan anugerah bagi masyarakat, karena melakukan peremajaan (replanting) membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tanaman sawit petani di desa Bencah Kesuma ini pada umumnya telah berusia diatas 20 tahun, sehingga dipastikan produktivitasnya menurun. Para petani yang mendapatkan bantuan dana replanting dari BPDP ini menyambut program ini dengan suka cita, sekaligus dapat swa-kelola kebunnya,” ungkap Khoirum dalam siaran persnya, Minggu (8/12/2019).

Khoirum menambahkan, program PSR ini juga dibarengi dengan program tumpang sari tanaman jagung seluas 447 Ha.

“Kami merekomendasikan peremajaan siklus kedua di KUD Bangkit Usaha Makmur bisa tumpang sari tanaman jagung tujuannya supaya petani mempunyai penghasilan alternatif,” ujarnya.

Dia menyebutkan, sebelumnya produksi petani hanya mencapai 1,7 Ton per ha dengan sistem pengelolaan kebun Singgle Management. “Di sini petani tidak dapat berbuat banyak karena hanya perusahaan (mitra) yang melakukan pengelolaan kebun,” katanya.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah maupun pendampingan dari PT RSI, Khoirum optimis akan mendapatkan hasil panen diatas 3 ton per ha.

“Disamping itu, petani juga mendapatkan ilmu dari perusahaan khususnya berkaitan dengan agronomi melalui pelatihan,” kata dia.

Program replanting terbesar di Provinsi Riau ini merupakan bantuan dana dari BPDP-KS yang difasilitasi oleh mitra petani setempat yakni PT Rohul Sawit Industri RSI–anak usaha BGA Group–dimana masing-masing petani mendapatkan Rp.25 Juta.

Kemudian, berhubung petani setempat juga memiliki tabungan di koperasinya Rp 10 Juta. Maka dana yang dapat dimaksimalkan oleh setiap petani secara total berjumlah Rp35 juta. Dana tersebut cukup untuk membeli bibit unggul bersertifikat, pembelian pupuk dan lainnya.

Sementara Dinas Perkebunan Rokan Hulu memfasilitasi Koperasi Bangkit Usaha Makmur (yang menaungi petani) untuk dapat membeli bibit unggul bersertifikat dari PPKS, baik secara jumlah bibit maupun harga. Kemudian dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerjasama (SPK). Bantolo

 

Related articles

Recent articles