acara Talkshow dengan tema Mewujudkan SDM Unggul Indonesia melalui Pengendalian Stunting dengan Pangan Bergizi dan Terjangkau di Menara 165 Jakarta Selatan/ist

Agrofarm.co.id-Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Rr. Dhian Probhoyekti Dipo mengatakan pemerintah sudah membuat Peraturan Presiden dalam menangani kasus stunting. Dalam Perpres ada 23 kementerian dan lembaga yang berperan dalam mengatasi stunting dan masing-masing bekerja titik yang sama, tapi programnya sesuai tupoksinya.

“Pada Tahun 2020 ada 260 lokus stunting. Jadi semua kementerian/lembaga pada focus yang sama sesuai tugas-tugasnya. Dulu masing-masing, sekarang bersama-sama,” kata dia pada acara Talkshow dengan tema Mewujudkan SDM Unggul Indonesia melalui Pengendalian Stunting dengan Pangan Bergizi dan Terjangkau di Menara 165 Jakarta Selatan, Rabu (12/02/2020).

Pada Tahun 2020, pemerintah menargetkan dari 27,7 % kasus stunting menjadi 24,1% dengan locus 260 kabupaten/kota. Kemudian pada tahun 2024 target stunting menjadi hanya 14% dengan locus stunting semua kabuapten/kota dengan kegiatan yang sama.

Beberapa pendakatan multi sektoral yakni, pendekatan intervensi gizi spesifik oleh Kementerian Kesehatan. Kemudian pendekatan intervensi gizi sensitif oleh kelembagaan/lembaga lain. Selanjutnya pendekatan di lingkungan.

Strategi nasional dalam percepatan pencegahan stunting adalah dengan menjadikannya program prioritas nasional, memperkuat konvergensi pusat dan daerah, perubahan prilaku masyakarta, meningkatkan akses makan, begizi dan seimbang dan mendorong ketahanan pangan.

Prof Hardinsyah, Pakar Gizi dari IPB menyampaikan bahwa pengetahuan tentang pangan yang sehat dan bergizi menjadi satu dari tiga penentu stunting dan peran ini dikendalikan oleh seorang ibu dalam rumah tangga.

“Ada 3 poin penting dalam penanganan stunting, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pengetahuan seorang ibu mengenai pangan dan gizi. Poin terakhir ini menjadi penentu utama dalam perbaikan gizi karena walaupun pangan ada dan akses mudah namun tidak tahu mana makanan yang sehat dan bergizi maka stunting akan terjadi,” ungkap Hardinsyah.

Dalam upaya percepatan penurunan stunting, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menargetkan penurunan stunting sampai tahun 2030 sebesar 10% dan wasting (kekurangan makanan jangka pendek) sebesar 3%. Bantolo