16 C
New York

Kades Cikarang Cilamaya Wetan Prakarsai Program Ketahanan Pangan, Bantu Fasilitasi Petani Beli Pupuk dengan Tunda Bayar

Published:

Agrofarm.co.id – Kepala Desa Cikarang Mukhlisin menyambut baik keinginan Prof Lukman Gunarto, ahli mikro biologi tanah untuk memberikan nutrisi tanah di lahan persawahan di desa yang berada di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.

Kolaborasi ini sudah dilaksanakan pada Sabtu (6/9/2026) di Balai Desa Cikarang saat datangnya 5000 liter dari 20 ribu liter Pupuk Gunta Indonesia yang akan segera dipakai saat masa tanam bulan ini.

**Baca Juga:Dr Lukman Gunarto, Penemu Pupuk Hayati Mikroba Berharap Dipakai Petani dan Pengusaha Perkebunan

“Alhamdulillah pupuk kiriman perdana akhirnya tiba sesuai yang direncanakan, dan akan segera kami salurkan pada petani yang tergabung dalam Gapoktan di Desa Cikarang,”ujar Mukhlisin.

Menurutnya ada 225 hektare sawah di Desa Cikarang akan disemprot dengan pupuk hayati cair, dan sebelumnya sudah diuji coba oleh beberapa petani di desa ini.

Ini termasuk terobosan yang langka dimana pupuk yang disalurkan dibayarkan setelah panen (yarnen)  atau tunda bayar dan tidak ada jaminan apapun. “Adanya jaminan kepercayaan, jaminan kepatuhan, dan jaminan kesadaran menjadi penting,”ujar Kades.

Ia mengaku tidak ada kepentingan apapun, tapi ketika Pupuk Gunta Indonesia mampu mengutangi mengapa tidak diambil kesempatan ini. “Sebelum kolaborasi Prof Lukman dan timnya sudah melakukan sosialisasi pentingnya memikirkan biologi tanah agar tanah di desa ini mendapatkan nutrisi langsung dari penciptannya ,”tandasnya.

Apalagi, ia sudah berkoordinasi dengan Camat Cilamaya Wetan terkaitnnya ada program Yarhen dari Pupuk Gunta Indonesia untuk lahan persawahan di Desa Cikarang. “Pak camat support untuk program ini,”ujarnya.

**:Teknologi AGPI Dr Lukman Gunarto Mendunia

Meskipun lahan sawah Desa Cikarang berjumlah 225 hektare, Kades mengaku sudah punya titik-titik untuk penyalurannya, seperti di desa- desa yang masih satu kecamatan di Cilamaya Wetan. Disamping itu warga Cikarang juga banyak yang menggarap sawah di luar Desa Cikarang .

Adapun harga yang dipatok Pupuk Gunta Indonesia 1 liter dibandrol Rp100 ribu, dan 1 hektare sawah membutuhkan 6 liter pupuk untuk 2 kali peyemprotan.

Ia berharap program ini bisa berkelanjutan dan lahan persawahan di Cilamaya Wetan semakin subur dan terbebas dari hama penyakit dan berharap adanya kenaikan hasil panen para petani di sini.

Penting Jaga Kualitas Tanah

Kekhawatiran Prof. Dr. Lukman terhadap penurunan kualitas hara tanah di Karawang dimana daerah ini  sebagai lubung padi Pulau Jawa, mendorongnya untuk pupuk ciptaaannya bisa diaplikasikan petani di lahan persawahan.

Ia meriset dan mengembangkan Pupuk Hayati Mikroba sejak tahun 1998. Pupuk hayati ciptaannya berbasis mikroba pilihan yang bekerja secara sinergis memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah

Pertanian Indonesia sejak 1960 tak lepas dari penggunaan pupuk kimia. Kondisi ini melatarbelakangi Dr Lukman Gunarto, peneliti Mikro Biologi Tanah di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian Bogor ini, menciptakan pupuk hayati yang bisa diaplikasikan ke tanah oleh petani diseluruh Indonesia.

Riset yang dikenal Pupuk Hayati Mikroba ini membuahkan hasil yang menakjubkan. Pupuk hasil riset ini sudah diaplikasikan di berbagai wilayah di Indonesia. Meliputi penanaman tebu perdana menggunakan pupuk hayati pada tahun 2006, panen padi melimpah di Desa Pedes ,Kabupaten Karawang tahun 2003, dan panen sawit di Provinsi Riau, dan 2019 panen padi di Bandung yang hasilnya diapresiasi Ridwan Kamil.

Diketahui hasil panen sangat luar biasa dibandingkan menggunakan pupuk kimia, dan lahan pertanian pun semakin subur.(red)

Related articles

Recent articles