Agrofarm.co.id, Jakarta- PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Kantor Pusat Perseroan di Jakarta.
Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 701,05 miliar, tumbuh 74,7% year-on-year (yoy) dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp 401,34 miliar.
Dividen tunai tersebut termasuk dividen interim sebesar Rp 200,67 miliar yang telah dibagikan pada 23 Oktober 2025, sehingga dividen final tunai yang akan dibagikan adalah Rp 500,38 miliar.
Dividen tersebut mencerminkan payout ratio sebesar 63,4% dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 1,11 triliun, sebagai bagian dari keputusan penggunaan laba bersih Perseroan yang juga diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan.
Dari total laba bersih tersebut, sebesar Rp 1 miliar disisihkan sebagai dana cadangan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-Undang Perseroan Terbatas, sementara Rp 404,56 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi dan penguatan operasional Perseroan.
“Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja Perseroan yang solid sepanjang tahun 2025 serta komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana dalam siaran persnya, Senin (20/4/2026).
Berikut rincian tanggal pembagian dividen TLDN untuk tahun buku 2025:
- Cum dividen pasar regular dan negosiasi: 24 April 2026
- Cum dividen pasar tunai: 28 April 2026
- Ex-dividen pasar regular dan negosiasi: 27 April 2026
- Ex-dividen pasar tunai: 29 April 2026
- Penentuan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen: 28 April 2026
- Tanggal pembayaran dividen tunai: 19 Mei 2026
Selain persetujuan penggunaan laba bersih, RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
RUPST juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026, penetapan remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun 2026, serta susunan anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perseroan.
Realisasi dan Perubahan Penggunaan Dana IPO
Perseroan juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan total dana bersih sebesar Rp 285,60 miliar. Hingga saat ini, sebesar Rp 220,32 miliar atau sekitar 77% dari total dana tersebut telah direalisasikan, yang terdiri dari:
- Akuisisi PT Cipta Davia Mandiri sebesar Rp 136,32 miliar
- Penyetoran modal kepada PT Telen Prima Sawit sebesar Rp 44 miliar untuk pembangunan pabrik pengolahan inti sawit (kernel crushing plant/KCP)
- Penyetoran modal kepada PT Daya Lestari sebesar Rp 40 miliar untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas (biogas power plant/BPP)
Investasi pada pembangunan KCP dan BPP tersebut tidak hanya memperkuat integrasi operasional Perseroan, tetapi juga merupakan bagian dari implementasi prinsip circular economy, di mana limbah kelapa sawit diolah menjadi produk bernilai tambah dan sumber energi terbarukan. Inisiatif ini sekaligus mendukung komitmen Perseroan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam meningkatkan efisiensi sumber daya dan pengelolaan emisi.
Adapun sisa dana sebesar Rp 65,28 miliar, telah disetujui dalam RUPST untuk dialihkan penggunaannya dari rencana awal akuisisi menjadi penyetoran modal dan/atau uang muka setoran modal kepada entitas anak Perseron yaitu PT Cipta Davia Mandiri, yang akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas kebun.
Perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika industri, khususnya terbatasnya ketersediaan aset perkebunan kelapa sawit yang memenuhi standar internal Perseroan, serta tingginya valuasi pasar.
Dengan berbagai keputusan strategis yang dihasilkan dalam RUPST ini, Perseroan optimistis dapat terus menjaga kinerja yang positif di tengah dinamika industri, sekaligus memperkuat fundamental bisnis dan struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
