17.1 C
New York

KSPN Minta Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan Operasional Kopdes Merah Putih dari India Dibatalkan

Published:

Agrofarm.co.id – Kabar6 — Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) meminta pemerintah membatalkan rencana impor sekitar 105 ribu unit kendaraan niaga untuk operasional program Koperasi Desa Merah Putih.

Rencana impor yang akan dilakukan oleh PT Agrinas tersebut dinilai tidak logis serta tidak mencerminkan semangat nasionalisme.

Presiden KSPN, Ristadi, mengatakan keputusan impor kendaraan jenis pick up 4×4 dan truk dari India dinilai bertentangan dengan tujuan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang seharusnya menggerakkan ekonomi rakyat dan memanfaatkan potensi dalam negeri.

Menurutnya, alasan bahwa industri otomotif nasional tidak mampu memproduksi kendaraan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Industri otomotif dalam negeri memiliki kapasitas produksi hingga sekitar satu juta unit kendaraan per tahun. Artinya, sebenarnya mampu jika pemerintah memberikan kesempatan kepada industri nasional,” ujar Ristadi dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, saat ini industri otomotif nasional justru sedang mengalami perlambatan akibat penurunan permintaan. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para pekerja.

Selain itu, KSPN juga menilai alasan penggunaan kendaraan pick up 4×4 untuk medan pedesaan tidak sepenuhnya tepat. Selama ini, pengangkutan hasil pertanian dinilai berjalan dengan baik menggunakan kendaraan pick up 4×2 produksi dalam negeri.

Menurut Ristadi, jika memang terdapat wilayah dengan kondisi medan yang ekstrem, seharusnya pemerintah melakukan pemetaan kebutuhan secara spesifik, bukan justru menggeneralisasi penggunaan kendaraan 4×4 untuk seluruh wilayah.

KSPN juga mempertanyakan perbandingan harga yang dijadikan dasar kebijakan impor tersebut. Pasalnya, kendaraan pick up produksi dalam negeri seperti Carry maupun Grand Max memiliki harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan kendaraan pick up 4×4 impor.

Karena itu, KSPN meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kebijakan tersebut dan memerintahkan PT Agrinas membatalkan rencana impor kendaraan operasional Kopdes Merah Putih.

KSPN menilai, jika pengadaan kendaraan dilakukan melalui industri otomotif nasional, maka manfaat ekonomi akan lebih besar bagi masyarakat Indonesia.

Selain dapat menggerakkan industri, langkah tersebut juga dinilai mampu mencegah PHK serta membuka lapangan kerja baru.

“Pada akhirnya, manfaat ekonominya harus dirasakan oleh rakyat Indonesia, bukan justru oleh pelaku ekonomi luar negeri,” kata Ristadi. irsa

Related articles

Recent articles