22.6 C
New York

Industri Kaca Pengaman Otomotif dalam Perspektif Kebijakan Impor Pick-Up India

Published:

Agrofarm.co.id – Rencana impor 105.000 unit pick-up dari India dalam bentuk kendaraan utuh (completely built up/CBU) perlu dianalisis secara komprehensif dengan mempertimbangkan struktur dan kapasitas industri komponen domestik. Salah satu sektor yang berpotensi terdampak adalah industri kaca pengaman untuk kendaraan bermotor beserta industri kaca lembaran sebagai pemasok bahan baku utama.

Industri kaca lembaran nasional saat ini memiliki kapasitas terpasang 2,9 juta ton/tahun yang dioperasikan oleh empat perusahaan, dengan tingkat utilisasi produksi mencapai 66,9% pada tahun 2025. Di sisi hilir, sepuluh perusahaan kaca pengaman untuk kendaraan bermotor memiliki kapasitas terpasang 90.293 ton/tahun setara 2,25 juta set kaca pengaman untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih, dengan tingkat utilisasi sebesar 42%. Kapasitas produksi  industri kendaraan bermotor roda 4 atau lebih 2,59 juta unit/tahun. Struktur ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi nasional masih memiliki ruang optimalisasi yang signifikan.

Kaca lembaran domestik merupakan input utama dalam produksi kaca pengaman otomotif, sehingga permintaan kendaraan bermotor di dalam negeri memiliki keterkaitan langsung terhadap kinerja sektor hulu dan hilir industri kaca. Dalam konteks ini, kebijakan impor kendaraan secara CBU sejumlah 105.000 akan mengurangi sekitar 10% permintaan terhadap permintaan kaca pengaman untuk kendaraan bermotor untuk memasok produksi kendaraan bemotor untuk mencapai produksi 1 juta unit pada tahun 2026.

Dari aspek regulasi dan standardisasi, industri kaca pengaman otomotif telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 8210:2018 yang diberlakukan wajib melalui Permenperin No. 15 Tahun 2025. Selain itu, produk kaca pengaman kendaraan bermotor telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai rata-rata di atas 50%, yang mencerminkan kontribusi nyata terhadap penciptaan nilai tambah domestik serta penguatan struktur industri nasional. Mutu kaca pengaman untuk kendaraan bermoto nasional juga diakui global dengan diekspornya otomotif CBU maupun suku cadang .

Apabila kebijakan impor tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar atau pertimbangan tertentu, pendekatan yang lebih selaras dengan penguatan industri dalam negeri adalah melalui skema incomplete knock down (IKD). Skema ini memungkinkan impor komponen yang belum diproduksi atau belum memiliki daya saing memadai di dalam negeri, sembari mempertahankan aktivitas perakitan dan penggunaan komponen lokal yang telah tersedia kapasitasnya, termasuk  kaca pengaman utuk kendaraan bermotor nasional.

Dengan demikian, kebijakan impor yang dirancang secara selektif dan berbasis struktur kapasitas industri akan lebih efektif dalam menjaga kesinambungan sektor kaca lembaran dan kaca pengaman untuk kendaraan bermotor, sekaligus mendukung agenda peningkatan nilai tambah dan industrialisasi nasional secara berkelanjutan. (Yustinus H. Gunawan, Ketua Umum – Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman)

 

Related articles

Recent articles