21.5 C
New York

Thailand Perkenalkan 5 Startup Agribisnis untuk Petani Indonesia

Published:

Agrofarm.co.id, Tangerang Selatan-Lima startup agribisnis asal Thailand menampilkan inovasi terbaik mereka dalam Demo Day AgTech CONNEXT ASEAN 2025.

Kegiatan ini rangkaian Horti & Agri Indonesia serta ILDEX Indonesia 2025 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Rabu (17/9/2025).

Demo Day ini merupakan bagian dari kolaborasi antara VNU Asia Pacific, National Innovation Agency (NIA) Thailand, dan PT Permata Kreasi Media sebagai upaya memperkuat ekosistem startup agribisnis di kawasan ASEAN.

Dalam sesi ini, kelima startup Thailand, yaitu BIOM, Pure Plus, Consultech, Algaeba Company Limited, dan Aqua Conquest, mempresentasikan solusi inovatif berbasis teknologi di sektor pertanian dan pangan yang dinilai langsung oleh panel juri dari Indonesia.

Direktur PT Permata Kreasi Media, Fitri Nursanti Poernomo mengatakan, Demo Day  merupakan komitmen bersama VNU Asia Pacific dan PT Permata Kreasi Media dalam mendorong kemajuan industri agribisnis dan peternakan di Indonesia serta kawasan sekitarnya.

“Acara ini adalah kesempatan berharga untuk belajar dan meningkatkan pertumbuhan startup agribisnis melalui inovasi agritech berbasis teknologi yang dipresentasikan di ajang internasional dan dinilai oleh para pakar,” ujar Fitri.

Ia menambahkan bahwa sesi penjurian startup ini menjadi peluang penting memperkuat jaringan inovasi antara Thailand dan Indonesia, membuka jalan bagi kolaborasi strategis di industri agritech dan greentech, serta meningkatkan daya saing kedua negara melalui pertukaran pengetahuan dan teknologi bersama.

Fitri juga berharap Horti Agri Indonesia dapat berkembang menjadi pameran agrifood berskala besar yang selaras dengan prioritas pemerintah Indonesia untuk menjadikan negara ini sebagai “Lumbung Pangan Mandiri dan Berkelanjutan.”

“Ketika Indonesia bercita-cita menjadi pusat pangan yang kuat dan abadi, pameran ini berfungsi sebagai platform vital untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Departemen Promosi Startup NIA, Montha Kaihirun, mengungkapkan bahwa Demo Day ini sangat spesial karena diselenggarakan di Indonesia, salah satu pasar pertanian paling dinamis dan menjanjikan di Asia.

Dengan sumber daya yang melimpah, populasi yang besar, dan permintaan yang terus tumbuh terhadap pertanian cerdas, lanjutnya, Indonesia adalah tempat di mana solusi AgTech dapat benar-benar memberikan dampak.

“Bagi para startup, ini bukan hanya sebuah ujian, ini adalah kesempatan untuk terhubung dengan peluang bisnis nyata di salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Montha menjelaskan bahwa NIA fokus pada pemberdayaan startup pertanian berbasis teknologi deep tech (teknologi mendalam).

“Kami ingin menyediakan alat, jaringan, dan sumber daya yang tepat agar mereka bisa tumbuh lebih cepat dan kuat,” ujarnya.

Montha menambahkan bahwa selain mendorong inovasi, mereka juga berusaha memastikan solusi teknologi benar-benar bisa diaplikasikan di lapangan.

“Teknologi baru akan bermakna ketika dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai nyata bagi petani dan pelaku agribisnis,” jelas dia.

Montha juga menegaskan tujuan utama program ini, yaitu membantu startup memperluas pasar domestik dan bersiap untuk ekspansi internasional, khususnya di ASEAN.

“Kami ingin menciptakan peluang pendapatan, kemitraan, dan investasi yang bisa mempercepat kesuksesan mereka. Selain itu, kami juga ingin menghubungkan pemerintah, sektor swasta, dan investor agar ekosistem startup pertanian bisa berkembang melalui inovasi dan kolaborasi,” kata dia.

Lima Starup Agribisnis

  1. Algebra (Sea Trough Mobile)

Startup ini menghadirkan aplikasi Sea Trough Mobile untuk membantu hatchery dan peternak dalam menghitung hasil produksi lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan. Dengan sistem digitalisasi pencatatan, peternak bisa mengurangi potensi kerugian sekaligus mendapat bukti transparan untuk penjualan.

  1. Biom Company

Perusahaan ini mengembangkan inovasi mikrobial yang dapat meningkatkan kesehatan tanah sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia. Produk mereka juga diformulasikan untuk melindungi tanaman dari serangan penyakit, sehingga hasil panen lebih sehat dan aman dikonsumsi.

  1. Pure Plus Bio Agro Tech

Mengusung teknologi low energy plasma, startup ini mempercepat pertumbuhan mikroba yang berguna untuk pertanian dan pengolahan limbah. Dengan metode ini, petani bisa memangkas biaya produksi karena prosesnya lebih cepat dan efisien.

4.Consultex

Fokus pada efisiensi hatchery ayam, produk mereka membantu mengurangi tingkat telur gagal tetas dengan cara mendeteksi sejak dini telur yang tidak produktif. Solusi ini diyakini mampu meningkatkan hatchery rate dan memberikan keuntungan tambahan bagi peternak unggas.

  1. Aqua Conquest

Startup ini bergerak di bidang akuakultur dengan teknologi untuk meningkatkan kesehatan udang di tambak.

Produk mereka diklaim mampu menekan penyakit mematikan seperti white spot syndrome, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup udang, dan pada akhirnya mendongkrak keuntungan pembudidaya.

Related articles

Recent articles