22.6 C
New York

Kemendag Diminta Buka Ekspor Udang ke Meksiko

Published:

Agrofarm.co.id, Jakarta– Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mendorong pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), untuk memaksimalkan peluang ekspor udang Indonesia ke Meksiko.

Perlu diketahui, sejak tahun 2016, produk udang Indonesia sempat dilarang masuk ke pasar Meksiko akibat persoalan teknis.

Namun, usai agenda Kunjungan Grup Kerja Sama Bilateral Indonesia–Meksiko BKSAP DPR RI ke Meksiko tempo lalu, kini pintu ekspor udang sudah kembali terbuka melalui pembicaraan bilateral antara Parlemen Indonesia dengan Parlemen Meksiko.

“Sejak tahun 2016 udang kita dilarang masuk ke Meksiko karena ada kasus. Tetapi kami sudah melakukan pembicaraan dengan parlemen dan Kementerian Pertanian Meksiko. Persoalannya tinggal dibicarakan ulang,” kata Herman dalam keterangannya, Kamis (4/9/2025).

Sebagai Ketua Grup Kerja Sama Bilateral Indonesia–Meksiko di DPR, dirinya menilai peluang pasar di Meksiko sangat besar dan sayang jika tidak dimanfaatkan.

“Penduduknya 126 juta jiwa dengan daya beli tinggi, pendapatan per kapita 16 ribu dolar AS. Ini prospek besar bagi kita untuk menembus pasar internasional,” ujarnya.

Menurut Herman, jika pasar Meksiko bisa kembali terbuka, maka ekspor udang Indonesia akan mendapat nilai tambah yang signifikan. Ia pun meminta Kemendag untuk menindaklanjuti peluang tersebut dengan diplomasi perdagangan yang intensif.

“Kalau ini terbuka, maka akan meningkatkan nilai tambah bagi produk udang Indonesia. Sayang kalau pintu sudah dibuka tapi pemerintah tidak menindaklanjuti,” tegasnya.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa udang merupakan komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia.

Pada tahun 2023, nilai ekspor udang mencapai US$2,16 miliar, menjadikannya penyumbang terbesar ekspor hasil laut Indonesia, yang mana pasar utama selama ini masih didominasi Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.

Menegaskan kembali, Herman mengingatkan bahwa Meksiko memiliki birokrasi perdagangan yang cukup terbuka. Ia meminta Kemendag untuk segera menindaklanjuti kesempatan ini, mengingat diplomasi parlemen sudah lebih dahulu membuka jalan.

“Departemen mereka sangat terbuka. Kementerian Perdagangan juga sudah terbuka. Tinggal bagaimana pemerintah memperlambing tindak lanjutnya,” ujarnya.

Baginya, momentum kerja sama bilateral ini bisa menjadi pintu masuk bagi diversifikasi pasar ekspor udang Indonesia, sehingga ketergantungan pada pasar tradisional bisa dikurangi.

“Ini kesempatan besar. Jangan sampai dilewatkan. Udang kita bisa masuk lagi ke pasar Meksiko dan memberi manfaat bagi rakyat,” kata Politisi Fraksi Partai Demokrat itu

Related articles

Recent articles