18.5 C
New York

Tanam Padi Gogo di Kebun Sawit Jadi Alternatif Sumber Pendapatan Pekebun

Published:

Agrofarm.co.id, Jakarta-Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman telah menginstruksikan agar jajarannya bisa memaksimalkan potensi tiap lahan, khususnya lahan perkebunan kelapa sawit. Hal ini sejalan dengan upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

Adapun yang dimaksud dengan memaksimalkan potensi tiap lahan yakni menggalakkan program tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan kelapa sawit. Pihaknya meyakini jika langkah tersebut bisa mendorong terwujudnya swasembada pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkebunan yang ada.

“Kita harus terus berinovasi untuk mendukung swasembada pangan. Tumpang sisip padi gogo adalah salah satu cara agar lahan yang ada lebih produktif,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan berupaya menggencarkan penanaman padi gogo di lahan kering dan perkebunan.

Padi gogo memiliki keunggulan dapat tumbuh di lahan non-irigasi, berbeda dengan jenis padi lain yang membutuhkan lahan basah. Dengan karakteristik tersebut, padi gogo diharapkan menjadi solusi ketahanan pangan di masa mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, mengatakan bahwa penanaman padi gogo di sela kebun sawit merupakan bagian dari program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Integrasi ini tidak hanya bertujuan meremajakan sawit, tetapi juga sebagai strategi menciptakan ketahanan pangan.

“Program PSR ke depan juga akan mencakup bantuan benih untuk tumpang sisip padi gogo. Dalam skema ini, pekebun akan menerima bantuan berupa penumbangan dan pembersihan lahan, herbisida, benih, hingga pupuk,” ujar Heru dalam keterangan resminya, Kamis (03/4/2025).

Integrasi padi gogo dalam kebun sawit PSR mencerminkan model pertanian yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah dan pekebun ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional.

Heru menambahkan, dengan adanya program ini, diharapkan lahan perkebunan sawit tetap produktif sebelum sawit siap dipanen.

“Kami ingin memastikan bahwa pekebun memiliki alternatif sumber pendapatan yang berkelanjutan,” katanya.

Di sisi lain, program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan asosiasi pekebun. Para pemangku kepentingan berharap agar program ini dapat diterapkan secara luas di berbagai daerah yang memiliki lahan perkebunan sawit. Dengan begitu, swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah dapat segera terwujud.

Dengan model integrasi ini, padi gogo bukan hanya sekadar komoditas tambahan, tetapi juga menjadi elemen penting dalam sistem pertanian nasional.

Keberhasilan pekebun di Pandeglang bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkebunan untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Related articles

Recent articles