22.6 C
New York

Gabah Rp6500 Dibeli Bulog Tanpa Syarat, Dr Lukman Gunarto Bilang Begini

Published:

Agrofarm.co.id – Pemerintah mewajibkan Perum Bulog untuk membeli Gabah Kering Panen (GKP) dari petani dengan harga Rp6500 per kilogram tanpa mempertimbangkan kadar air dan kadar hampa.

Kebijakan ini direspon oleh Dr. Lukman Gunarto, pakar biologi tanah di Pusat Penelitian dan pengembangan tanaman pangan, Badan Litbang Pertanian Bogor.

Menurut Dr Lukman, ini merupakan trobosan yang baik dimana pemerintah mulai mengendalikan harga pangan.

“Saya kira ini awal yang baik untuk pemerintah sekarang, karena negara harusnya menguasai staple food, bukan stapel food diperdagangkan,”ujar Lukman Gunarto penemu hayati AGPI (Agricultural Growth Promoting Inoculant) pada Agrofarm.

**Baca Juga:Prabowo Ancam Pengusaha Penggilingan Padi

Hanya saja, kata Lukman apakah ini bisa berkesinambungan, mengingat disparitas gabah di Kamboja, Vietnam dan Myanmar sekitar Rp3.000 per kilogram kering panen. Sementara harga gabah yang dibeli Bulog Rp.6.500.

“Disparitas harga gabah dalam negeri dengan negara tetangga ini cukup tinggi, bagaimana Bulog menjaga situasi harga seperti ini. Ini yang menjadi pertanyaan bagi saya,”ujar Dr Lukman.

Menurutnya, Perum Bulog merupakan BUMN yang dituntut memberikan keuntungan untuk negara. “Saya khawatir harga gabah di luar lebih murah, bisa saja Bulog akan membeli gabah dari negara tetangga dengan harga yang lebih murah,”imbuh Lukman.

Dr Lukman berharap Bulog bisa menyerap gabah petani 100 persen, jika ini diterapkan sangat bagus untuk petani,  agar petani semangat menanam. Bahkan, ini menjadi hal yang luar biasa, mengingat pangan pokok harus dikuasai pemerintah.

“Bagaimana Bulog menekan HPP beras Indonesia yang masih tinggi, karena HPP beras harusnya tidak segede saat ini. Disinilah peran Bulog harus mengefisienkan harga di dalam negeri,”tandas Lukman.

Diketahui berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025, aturan rafaksi tersebut telah dicabut, dan Bulog diwajibkan membeli GKP dengan harga tetap Rp6500 per kilogram, tanpa mempertimbangkan kadar air dan kadar hampa.

Sebelumnya, pembelian GKP oleh Bulog mensyaratkan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%. Gabah yang tidak memenuhi standar ini hanya dibeli dengan harga lebih rendah melalui mekanisme rafaksi. Ir

Related articles

Recent articles