20.8 C
New York

Presiden Prabowo Lanjutkan Program Bantuan Pangan Beras di 2025

Published:

Agrofarm.co.id, Jakarta-Saat ini pemerintah tengah memperkuat Perum Bulog melalui transformasi kelembagaan. Ini dilakukan agar Bulog dapat mendukung perwujudan swasembada pangan sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto.

Dalam rapat di Kantor Pusat Bulog, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, pemerintah tengah bekerja dalam memformulasikan skema penguatan Bulog tersebut.

“Kita hari ini melanjutkan rapat yang pertama secara resmi mengenai transformasi Bulog, karena ini sudah diputuskan dalam Ratas yang dipimpin Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu. Pendek kata, banyak yang kita bahas, tetapi kesimpulannya nanti akan diperdalam di masing-masing instansi yang terkait,” terang Zulhas, Jumat (29/11/2024).

“Karena kita ingin Bulog itu betul-betul kuat, tetapi juga bisa jalan gitu. Jangan nanti kuat tapi nggak bisa jalan. Semua ini dalam rangka untuk mencapai program prioritas Bapak Presiden. Kita harus swasembada pangan, sebagai negara besar harus mampu berdaulat di bidang pangan. Mudah-mudahan kita di 2027 bisa sukses,” tambahnya.

Menko Pangan Zulhas turut mengumumkan kepastian kelanjutan program bantuan pangan beras dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras di Januari dan Februari tahun depan. Alokasi bantuan pangan beras sebanyak 160 ribu ton per bulan dan SPHP beras sebanyak 150 ribu ton per bulan.

Zulhas pun mendorong Bulog ke depannya untuk dapat fokus mengelola komoditas pangan pokok strategis, sehingga dapat berperan sebagai stabilisator dan juga penyangga.

“Yang paling penting ya, menurut saya, kalau Bulog sudah bisa urus beras dengan jagung, itu luar biasa. Kalau ditambah bonus lagi sama gula, aduh, itu juara dunia. Tidak ada yang bisa mampu (kelola) 3 (komoditas) itu,” ucapnya.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juni 2024 mencatat bantuan pangan beras menjadi salah satu program pemerintah yang berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan.

Menurut BPS, jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 25,22 juta orang. Ini mengalami penurunan sebanyak 0,68 juta orang terhadap Maret 2023 yang berjumlah 25,90 juta orang.

Ada pula pelaksanaan program operasi pasar murah yang digencarkan Bulog melalui penugasan NFA. Di 2022, dengan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) telah disalurkan beras sejumlah 1,3 juta ton.

Selanjutnya nama program berganti menjadi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Di 2023, SPHP beras mencapai 1,196 juta ton atau 110,30 persen dari target 1,085 juta ton.

Pada 2024 ini, realisasi sampai 29 November telah berada di 1,3 juta ton atau 93,12 persen dari target 1,4 juta ton. Natalia Lee

Related articles

Recent articles