20.8 C
New York

Dukung Perubahan Iklim, RI Kembangkan Metodologi Pengukuran Emisi Karbon di Lahan Gambut

Published:

Agrofarm.co.id, Indonesia sedang mengembangkan metodologi pengukuran emisi karbon di lahan gambut yang lebih akurat dan akuntabel dengan metodologi yang memperhitungkan tinggi muka air tanah.

Sekretaris Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nety Widayati menjelaskan gambut merupakan sumber daya alam yang penting dan merupakan tanggung jawab bersama.

“Dengan berinvestasi dalam pendekatan yang kuat dan inovatif terhadap pengukuran dan pengelolaan Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai regulasi, kami meminta kepada pengelola lahan konsesi untuk menjaga tinggi muka air tanah paling rendah 0,4 meter dari permukaan,” ujar Andi dalam keterangan resminya, Rabu (20/11/2024).

Sementara itu Deputy Divisional Manager Forest Carbon Sink Business Department Environment and Resources Division Sumitomo Forestry Tsuyoshi Kato menjelaskan, pihaknya sukses menerapkan pengelolaan gambut di Kalimantan Barat.

Di areal tersebut, dilakukan reforestasi, pengendalian kebakaran melalui tata kelola air, dan konservasi keanekaragaman hayati yang berdampak pada pengurangan emisi karbon.

“Dampak dari kegiatan tersebut adalah adanya integrasi kelayakan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” jelas dia.

Lebih lanjut Kato mengatakan, berbekal kesuksesan di Kalimantan barat, Sumitomo Forestry berencana untuk melaksanakan pilot project untuk restorasi gambut di eks Mega Proyek Lahan Padi Sejuta Hektare di Kalimantan Tengah.

“Restorasi lahan eks PLG penting untuk mencegah asap kebakaran membumbung hingga IKN Nusantara,” ujar Kato. Bantolo

Related articles

Recent articles