Agrofarm.co.id, Parigi Mautong – Atase Perdagangan Kairo, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah berkolaborasi menggenjot ekspor produk udang vaname dalam negeri ke pasar Mesir.
Salah satunya dengan mengunjungi tambak budi daya udang vaname milik PT Esaputlii Prakarsa Utama (EPU) di Kabupaten Parigi Mautong, Sulawesi Tengah pada Rabu, (16/10).
“Pemerintah RI terus bersinergi menggenjot ekspor produk udang vaname dalam negeri ke pasar Mesir. Salah satunya dengan mengunjungi tambak budi daya udang vaname milik PT EPUdi Sulawesi Tengah. Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada PT EPUyang memiliki ketersediaan produk udang vaname untuk memenuhi permintaan pasar nasional.Selain itu, PT EPU diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar Timur Tengah, khususnya pasar Mesir,” ujar Duta Besar (Dubes) RI untuk Mesir Lutfi Rauf dalam siaran persnya, Senin (21/10/2024).
Turut mendampingi Dubes Lutfi yaitu Atase Perdagangan Kairo M. Syahran Bhakti S dan Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Kairo Rifki Rustam Arsyad.
Turut hadir Direktur Utama PT EPU Ahmad Bhakty Baramuli, Kepala Cabang PT EPU Parigi Moutong Efendi Batjo, Kepala Gudang Pendingin PT EPU Thomas Pattiapon, Konsultan Pasar Timur Tengah PT EPU Moh. Khaliq Prabowo, serta perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah.
Dubes Lutfi mengungkapkan, produk udang vaname yang dibudi daya PT EPU merupakan salah satu produk perikanan dan hasil laut Indonesia yang digemari konsumen di pasar Mesir.
Menurut Dubes Lutfi, Mesir merupakan pasar potensial bagi produk-produk unggulan Indonesia, termasuk udang vaname.
“Konsumen Mesir sangat menyukai produk perikanan dan hasil laut Indonesia, termasuk produk udang vaname. Hal tersebut membuktikan udang vaname dari Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi. Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan volume ekspor ke pasar Mesir,” imbuh Dubes Lutfi.
Sementara itu, Atase Perdagangan Kairo M. Syahran Bhakti S mengatakan, dengan adanya sistem digitalisasi data operasional udang saat ini yang memperhitungkan keberlanjutan usaha dan lingkungan sekitar akan memberikan nilai positif bagi PT EPU.
“Hal tersebut diharapkan dapat mendatangkan buyers potensial dari Mesir dan negara-negara lain di sekitarnya. Produk perikanan dan hasil laut Indonesia dengan kode sistem harmonisasi (HS code) 1604 yang diekspor ke Mesir pada 2023 mencapai USD 2 juta atau setara Rp30 miliar. Di sisi lain, ekspor produk ikan beku dengan kode sistem harmonisasi 0303 berhasil meraup USD 855 ribu atau setaraRp13,2 miliar,” terang Syahran.
Direktur Utama PT EPU Ahmad Bhakty Baramul menyatakan, PT EPU telah membuka tambak udang vaname seluas 245,96 hektar di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tolitoli,Sulawesi Tengah. Hal tersebut guna mewujudkan visi PT EPU menjadi industri perikanan budi daya terintegrasi, modern, serta terkemuka di Indonesia, khususnya produk udang vaname.
“Kami berharap dapat melakukan panen sebanyak tiga kali dalan setahun. Hasil panen inidiharapkan dapat menghasilkan produksi udang vaname sejumlah 12,4 ribu ton. Jumlah tersebutguna memenuhi permintaan domestik seluruh nusantara dan diharapkan dapat memenuhi permintaan ekspor dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, Australia, Uni Eropa, hingga negara-negara di Asia dan Timur Tengah,” ujar Bhakty. Dian
