17.1 C
New York

Ekspor Produk Makanan Olahan Indonesia Terus Meningkat

Published:

Agrofarm.co.id, Tangerang-Penerapan standar keamanan pangan melalui sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) bagi produk ekspor makanan olahan dapat membuka peluang di pasar internasional. Jaminan keamanan pangan akan meningkatkan kepercayaan konsumen di pasar global.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Mardyana Listyowati dalam seminar Trade Expo Indonesia bertajuk Urgensi Food Safety System in Food Business Operator dalam Memenuhi Tantangan Pasar Global di ICE – BSD, Tangerang, Banten.

Seminar tersebut merupakan kali yang ke-2 dilakukan Direktorat Jenderal PEN sebagai bagian upaya yang masif untuk membekali pemahaman jaminan keamanan pangan kepada pelaku usaha eksportir dan calon eksportir di seluruh Indonesia.

Mardyana mengungkapkan, ekspor produk makanan olahan Indonesia ke pasar global terus mengalami peningkatan. Dalam empat tahun terakhir (2019-2023), ekspor produk makanan olahan Indonesia terus tumbuh dengan rerata tren sebesar 6,8 persen per tahun.

Negara tujuan ekspor terbesar Indonesia, antara lain, Amerika Serikat dengan pangsa 18,81 persen, Filipina (15,10 persen), Malaysia (7,21 persen), Tiongkok (7,21 persen), dan Thailand (5,13 persen).

“Untuk menjaga momentum tren pertumbuhan ekspor makanan olahan, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional melakukan pendampingan dan sertifikasi HACCP kepada pelaku usaha,” jelas Mardyana, Jumat (11/10/2024).

Mardyana menambahkan, pada TEI ke-39, Kemendag mempromosikan 12 perusahaan yang telah mendapatkan fasilitasi sertifikat HACCP dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional.

Ke-12 pelaku usaha yang mendapatkan sertifikat HACCP dan selanjutnya dipromosikan dalam ajang TEI adalah PT Lean Lab Indonesia dengan produk bubuk olesan kacang, CV Arya Indonesia (keripik tempe), PT Cita Rasa Atjeh (Mie Atjeh), PT Adore Rempah Indonesia (vanili kering), New Citra (bandeng presto), CV Global Nest (sarang burung wallet), PT Cipta Bumi Semula (sarang burung walet), Padma Medikal Husada (artisan tea), Kampung Coklat Blitar (coklat), PT Komodo Maju Pangan (kerupuk udang dan kerupuk ikan), CV Pangantama Makmur Abadi (tepung talas), dan PT Andrawinatama Kerta Harja (minuman bubuk).

“Semoga fasilitasi sertifikasi HACCP ini dapat menjadi nilai tambah produk makanan olahan untuk berkompetisi di pasar global,” ungkap Mardyana. Dian

Related articles

Recent articles