Agrofarm.co.id, Jakarta-Kamis, 29 Agustus 2024 menjadi momen bersejarah bagi Tabloid Sinar Tani. Pada tanggal tersebut, tabloid yang berdiri tahun 1970 itu berusia 54 tahun.
Saat perayaan puncak peringatan hari ulang tahun, Kementerian Pertanian kembali memberikan dukungan penuh kepada Tabloid Sinar Tani untuk tetap hadir menemani pembaca, terutama penyuluh pertanian.
Dihadiri ratusan tamu undangan, peringatan HUT Sinar Tani ke-54 memberikan arti tersendiri. Bukan hanya pelaku usaha yang hadir, tapi juga pejabat pemerintahan.
Diantaranya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman; Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi; Anggota DPR RI, Herman Khaeron dan Endang S. Thohari, serta Ketua Ombusdman, Yeka Hendra Fatika. Mereka menyatakan komitmen untuk terus mendukung keberlanjutan Tabloid Sinar Tani di masa depan.
Hadirnya juga mantan Menteri Pertanian, Ibu Justika Baharsyah, mentan Dirut Perum Bulog dan Dirjen Tanaman Pangan, Soetarto Alimoeso, serta Dewan Komisaris PT. Duta Karya Swasta penerbit Tabloid Sinar Tani. Dari kalangan swasta hadir Ketua Asbenindo, Ricky Gunawan dan Komisaris Utama PT. Sreya Sewu Indonesia, Antonius Joenoes Supit.
Pemimpin Umum Tabloid Sinar Tani, Memed Gunawan, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Tabloid Sinar Tani lahir bersamaan dengan munculnya profesi penyuluh pertanian pada tahun 1970. Sebagai media pertanian, tabloid ini telah memberikan manfaat besar bagi para penyuluh di seluruh Indonesia, menjadi media penyuluhan yang handal.
“Umur 54 tahun seharusnya menjadi tanda kedewasaan bagi sebuah media. Namun, tidak selalu menjadi tua berarti menjadi dewasa. Kami masih dalam fase berkembang dan terus berupaya mengibarkan bendera Sinar Tani,” ujar Memed dalam siaran persnya.
Memed juga menekankan komitmen Tabloid Sinar Tani untuk memberikan informasi terbaik kepada para petani tidak pernah goyah selama 54 tahun.
“Kami tidak pernah absen menerbitkan tabloid ini. Jadi catatannya, kami tidak pernah berhenti untuk menyapa pembaca,” ungkap dia.
Selain menerbitkan edisi cetak setiap minggu, Tabloid Sinar Tani terus berkembang dengan mengikuti perkembangan teknologi. Kini, tabloid ini juga tersedia dalam format digital atau PDF yang dapat diakses petani dan penyuluh di seluruh Indonesia.
Versi online juga telah disediakan melalui situs tabloidsinartani.com dan sinartani.co.id. Tidak hanya itu, Tabloid Sinar Tani juga hadir di media sosial seperti Facebook, Instagram, serta YouTube melalui kanal Sinta TV.
Namun demikian, dengan keterbatasan fasilitas internet di daerah, khususnya pedesaan dan kemampuan penggunanya, Tabloid Sinar Tani tetap terbit dalam bentuk cetak. Meski beberapa pihak menganggap penerbitan cetak tidak efisien lagi. Dari hasil survey, ternyata masyarakat petani dan penyuluh di daerah masih memerlukan Sinar Tani cetak.
“Di era digital ketika media kesulitan, kami tetap berkomitmen untuk memberikan informasi terbaik kepada petani, khususnya mengenai teknologi budidaya, teknologi pengolahan, pemasaran, serta peluang usaha dan kisah-kisah inspiratif,” kata Memed.
Bukan hanya itu, ke depan Sinar Tani terus berupaya meningkatkan kualitas isi dengan memberikan informasi solusi bagi permasalahan petani.
Dukungan Kementan dan Bapanas
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, dukungannya terhadap media yang telah akrab dengan petani dan penyuluh di seluruh Indonesia. Karena itu, Amran menginstruksikan jajarannya untuk mendukung keberlanjutan Tabloid Sinar Tani.
Pada kesempatan tersebut, Amran juga menyebutkan, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Babinsa di seluruh Indonesia mendapatkan informasi pertanian dari Tabloid Sinar Tani dan berencana mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan ini.
“Berapa anggaran untuk Sinar Tani? Ada berapa sekarang? Tahun depan kalikan 2, kalikan 3. Minimal kalikan 2. Jadi bukan kalikan 10 persen,” katanya.
Karena itu, Amran berharap di hari Ulang Tahun ke-54, Sinar Tani ke depan makin jaya.
“Sebagai bentuk dukungan kepada Sinar Tani, Mentan meminta PPL dan Babinsa untuk berlangganan Sinar Tani. Apalagi pemerintah juga sudah berencana menarik kembali PPL ke pusat. Bahkan jumlah PPL yang kurang 4.000 orang juga akan ditambah. Saat ini anggaran PPL sudah ditambah sebanyak Rp 600 miliar untuk tahun depan. Bbagaimana PPL kita diberdayakan dan dihargai keringatnya karena mereka terdepan,” jelas dia.
“Nanti PPLyang jumlahnya sebanyak 70 ribu dan Babinsa mendapatkan informasi online Sinar Tani. Nantinya, masing-masing Direktorat Jenderal berpromosi atau beriklan di Sinar Tani. Biaya iklan harus juga ke Sinar Tani. Iklan pertanian nanti masuk dan wajib ke Sinar Tani, termasuk industri pupuk,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi juga memberikan apresiasi kepada Tabloid Sinar Tani. Dirinya berharap agar BUMN dan pelaku usaha lainnya dapat memberikan dukungan kepada Tabloid Sinar Tani. Dukungan ini mungkin tidak memberatkan bagi BUMN dan pelaku usaha, tetapi sangat bermanfaat bagi keberlanjutan media Sinar Tani.
“Dukungan kepada Sinar Tani menjadi bagian dari kolaborasi ABCGM (Akademisi, Business, Corporation, Government dan Media). Ini bukan persoalan gratifikasi, tapi sinergitas antara kita semua,” ujar dia. Bantolo
