22.6 C
New York

Disdik Purwakarta Luncurkan Program Mandala Karsa

Published:

Agrofarm.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat meluncurkan program hilirisasi transformasi pendidikan melalui Tatanen di Bale Atikan (TdBA), Jumat (27/9/2024) di Kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Jalan Purnawarman Timur, Sindangkasih Purwakarta. Nama program tersebut yakni Bale Mandala Karsa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta Norman Nugraha mengatakan, program yang digagas Disdik ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.

“Ini merupakan upaya peningkatan SDM yang unggul dan penguatan pendidikan karakter yang sangat luar biasa di Purwakarta,” kata Norman.

Dia berharap dengan transformasi pendidikan ini, potensi anak didik bisa diintegrasikan dengan dunia ketenagakerjaan, serta bisa mendukung UMKM melalui Mandala Karsa.

“Melalui Mandala Karsa saya ingin anak-anak Kabupaten Purwakarta ini bisa mandiri. Sehingga setelah mereka lulus dari sekolah, sudah tidak berpikir harus kerja di mana. Mereka tidak bingung mau jadi apa kelak. Karena dari sejak dini potensi anak-anak ini sudah terlihat,” katanya.

“InsyaAllah, program ini akan saya coba terapkan juga di seluruh perangkat daerah, kecamatan dan desa-desa,” sambunganya.

Kepala Kadisdik Purwakarta Purwanto mengatakan Mandala Karsa didirikan sebagai Sustainable Creation Hub (Pusat Kreasi Berkelanjutan) yang menjadi ruang ekspresi kreativitas pelajar purwakarta.

Dia mengatakan, Mandala Karsa menjadi sarana hilirisasi dari program-program transformasi pendidikan dan pembelajaran di Purwakarta.

Mandala Karsa adalah bagian penting dari Program TdBA yang dapat membuktikan bahwa transformasi yang terjadi di Purwakarta bukan hanya transformasi pendidikan, tetapi juga transformasi sistem pangan dan transformasi sistem tata kelola lingkungan, terangnya.

Salah satu bagian penting dari program TdBA, adalah mendidik anak-anak Purwakarta tentang kesadaran tentang kekayaan sumberdaya alam di daerahnya. Selain itu, membekalinya dengan berbagai keterampilan dan kecakapan untuk mengelolanya menjadi produk yang berdaya nilai dan berdaya jual.

“Ini sebuah inisiatif untuk anak-anak Purwakarta memiliki mental kewirausahaan sejak dini. Mereka diajarkan menjadi manusia yang berdaya dan memiliki pola pikir maju,” katanya.(Adv)

Related articles

Recent articles