16 C
New York

Harga Jagung di Atas Rp8.000 per Kg, Petani Senang, Peternak ‘Semaput’

Published:

Agrofarm.co.id, Gunungkidul-Ketahanan pangan Indonesia harus bersumber dari produksi dalam negeri. Demi wujudkan itu, pemerintah terus menyokong kalangan petani untuk menggiatkan produktivitasnya, terutama tanaman pangan.

Potret itu tergambar jelas saat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi ikut dalam Gerakan Tanam Jagung bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Semin, Gunungkidul, DIY pada Senin (1/7/2024).

“Ini luar biasa, karena sekian tahun lalu saya ke Gunungkidul, agak sulit nanam disini ya, karena airnya kurang, kondisinya tidak mungkin. Tapi hari ini ada lahan seperti ini yang bisa dimanfaatkan. Terima kasih kepada Kementan dan pemerintah daerah. Jangan ada satu jengkal pun yang tidak ditanam. Kalau ini ditanami jagung, pasti tentunya nanti para peternak kita bisa happy, karena jagung sangat diperlukan oleh para peternak. Jagung itu hari ini sangat menjanjikan,” terang Arief.

“Jagung itu kalau harganya di atas Rp 8.000 per kilo, sedulur petani itu senang, tetapi peternaknya semaput. Jadi memang kita harus sama-sama saling menjaga. Seperti kata Bapak Presiden, itu memang tugas pemerintah dalam menjaga harga di setiap lini. Jadi saat harga jagung baik, harga padi baik, sehingga waktunya kita memang memproduksi dalam negeri. Saya diminta Bapak Presiden tentunya agar bergantung kepada produksi dalam negeri,” lanjutnya.

“Jadi jangan ketahanan pangan Indonesia itu didasarkan pada impor saja. Kuncinya ada di ada di bapak ibu semua, sedulur petani. Kalau dikaitkan dengan kondisi kurs hari ini, bagaimana dampaknya ke pangan nasional? Saya mau sampaikan lagi kalau hari ini waktunya kita produksi dalam negeri, sehingga kita bisa penuhi kebutuhan dalam negeri dan ini yang harus didukung oleh semua pihak. Ini kesempatan kita sekarang produksi dalam negeri, karena harganya pasti bagus,” imbuhnya.

Arief turut mendorong Kementan agar dapat memastikan dukungan terhadap petani, misalnya benih dan pupuk. Sementara pihaknya mempersiapkan di fase pasca panen seperti penyerapan oleh peternak unggas dan mobilisasi stok dari daerah surplus ke daerah yang defisit. Pada kegiatan berikutnya yakni panen dan tanam padi di Gunungkidul, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mendukung adanya percepatan produksi tanam.

“Kita tentunya bersyukur pada hari ini kita bisa masih bisa melakukan panen dan diharapkan bisa melakukan percepatan tanam, karena salah satu yang menjadi harapan Bapak Presiden adalah bagaimana kita melakukan percepatan produksi kembali. Bapak Presiden dalam kunjungan ke beberapa tempat, itu beliau pastikan sendiri bahwa pompanisasi telah berjalan,” ujar Arief.

Related articles

Recent articles