20.8 C
New York

Kopi RI Semakin Harum di Pasar Amerika Serikat

Published:

Agrofarm.co.id, Chicago-Aroma kopi Indonesia semakin tercium di pasar Amerika Serikat (AS).

Terbukti, Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar sebesar USD 27,1 juta atau setara dengan Rp436,7 miliar saat berpartisipasi pada Specialty Coffee Expo (SCE) 2024 yang berlangsung di McCormick Place, Chicago, Amerika Serikat (AS) pada 12-14 April 2024. Nilai ini naik 33 persen dari partisipasi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 20,6 juta.

Pameran SCE merupakan ajang yang mempertemukan para pemain kunci industri seperti produsen, buyers, penggilingan, pengemasan, dan pemangku kepentingan kopi lainnya. Setiap tahun, pameran SCE dihadiri sekitar 14.000 pengunjung dari berbagai kalangan di industri kopi.

Atase Perdagangan Washington DC Ranitya Kusumadewi menyampaikan, pesatnya perkembangan industri kopi di AS dan global mengharuskan Indonesia untuk memperkuat citra (branding) sebagai negara penghasil berbagai biji kopi khas. Terlebih, kopi Indonesia dikenal memiliki cita rasa khusus dan kualitas tinggi.

“Dalam mempersiapkan partisipasi pada SCE tahun ini, kami telah melakukan proses kurasi yang memperhatikan berbagai aspek, di antaranya kualitas kopi yang memenuhi kriteria specialty coffee, aspek ketertelusuran (traceability) dan keberlanjutan (sustainability), serta tersertifikasi,” terang Ranitya dalam siaran persnya, Selasa (30/4/2024).

Pada partisipasinya yang ke ke-15 ini, Paviliun Indonesia kembali mengusung tema Remarkable Indonesian Coffee: Home of Worlds Finest Coffee. Kehadiran Paviliun Indonesia merupakan buah kolaborasi perwakilan perdagangan Indonesia di AS yaitu Atase Perdagangan Washington DC, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, dan ITPC Los Angeles.

Partisipasi ini didukung Kedutaan Besar RI Washington DC, Konsulat Jenderal RI Chicago, Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI), BI New York, BNI New York, BRI New York, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), serta Kementerian Pertanian melalui Atase Pertanian Washington DC. Paviliun Indonesia diresmikan oleh Konsul Jenderal RI Chicago Listyowati, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Washington DC IBM Sade Bimantara, dan Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta.

Dalam sambutannya, Listyowati mengungkapkan, SCE merupakan salah satu ajang pameran dan promosi specialty coffee terbesar di dunia.

“Selama tiga hari pameran, diharapkan kopi Indonesia akan semakin dikenal oleh komunitas kopi internasional dan publik AS,” ucapnya.

Sementara Bimantara menyampaikan, partisipasi Indonesia pada SCE 2024 merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, serta pelaku usaha dan asosiasi kopi Indonesia sebagai

Tim Indonesia. “Diharapkan partisipasi Indonesia pada ajang ini semakin berdampak dalam menembus pasar AS yang kompetitif. Terlebih, Indonesia perlu memanfaatkan momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-AS tahun ini untuk meningkatkan kerja sama dan perdagangan industri kopi kedua negara, imbuh Bimantara.

Pada pameran, Paviliun Indonesia memfasilitasi beberapa eksportir kopi berpengalaman, di antaranya Catur Coffee, Gravfarm, Ulubelu Coffee, Ataly Coffee, Ephraim Coffee, Java Halu Coffee, Tanamera Coffee, Opal Coffee, Caldera Coffee, Javanese Coffee, serta Indonesia House of Bean (IHOB) yang menghadirkan kopi dari Wanoja Coffee, Frinsa Coffee, Aloya Coffee, dan Lopo Mandheling Coffee.

Adapun kopi yang ditampilkan di antaranya berasal dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah (Temanggung), Aceh (Gayo), Bali (Kintamani), Sulawesi Selatan (Toraja), Sumatra Utara (Mandailing), dan Lampung.

Ranitya menerangkan, selama pameran peserta mempromosikan kopi terbaik kepada para mitra potensial serta membahas berbagai peluang kerja sama dan transaksi yang dapat dilakukan.

Paviliun Indonesia juga mendapatkan respons yang positif dari para pengunjung melalui berbagai strategi pencitraan dan jejaring kerja (networking) yang dilakukan. Selain itu, Indonesia juga mengadakan sesi cupping kopi secara khusus untuk ragam kopi Indonesia yang dihadirkan.

“Melalui cupping kopi ini, Indonesia dapat lebih memperkenalkan berbagai cita rasa khas kopi Indonesia dari berbagai sumber. Sejumlah pengunjung yang hadir terpukau dengan rasa dan kualitas kopi Indonesia sehingga dinilai berhasil mendatangkan buyers potensial,” jelas Ranitya.

Ranitya menambahkan, pada pemeran, Indonesia mengirimkan perwakilan untuk mengikuti kejuaraan World Brewers Cup 2024 atas nama Ryan Wibawa dan World Cup Tasters Championship 2024 atas nama Rifky Maulana.

Pada ajang ini, Ryan Wibawa berhasil meraih juara ke-3 World Brewers Cup Championship 2024 yang membawakan seduhan kopi asal Indonesia, Panama, dan Kolombia dengan mengusung nilai Bhineka Tunggal Ika yaitu Unity in Diversity.

AS memiliki potensi pasar specialty coffee yang sangat besar. Pada 2023, impor kopi AS dari dunia mencapai USD 7,9 miliar. Ini menjadikan AS sebagai importir kopi terbesar di dunia dengan pangsa sebesar 20 persen dari total impor kopi dunia.

Nilai impor tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Sementara berdasarkan kajian National Coffee Association (NCA), konsumsi specialty coffee di AS diperkirakan akan meningkat sebesar 20 persen per tahun hingga 2030.

Bagi Indonesia, AS merupakan negara tujuan utama ekspor kopi Indonesia. Pada 2023 ekspor kopi Indonesia ke AS mencapai USD 269,12 juta. Indonesia menempati urutan ke-10 sebagai negara asal impor kopi untuk AS dengan pangsa pasar sebesar 3,4 persen.

Negara utama asal impor kopi AS masih dipegang Kolombia dan Brasil dengan pangsa pasar yang hampir sama, yakni sebesar 14 persen. Dian

Related articles

Recent articles