Agrofarm.co.id-Memperingati Hari Kesehatan Nasional 2023, Bayer, tingkatkan dampak program Bayer untuk Indonesia (BISA) melalui akselerasi penggunaan teknologi digital guna mempermudah akses layanan kesehatan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat pedesaan. Bayer juga memperluas jangkauan pelaksanaan program ke enam provinsi di Indonesia: Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan NTT. Kabupaten Serang, Banten menjadi lokasi peluncuran program BISA 2023-2024.
Program BISA bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan kualitas kesehatan petani lahan kecil beserta keluarganya di Indonesia. Pada ranah pertanian, Bayer menghadirkan akses terhadap inovasi termutakhir, pengetahuan yang relevan, serta ekosistem kemitraan pendukung, guna meningkatkan pendapatan petani. Sementara, pada ranah kesehatan, Bayer memberikan pelatihan perawatan kesehatan mandiri, akses terhadap alat kontrasepsi, hingga edukasi penanggulangan stunting.
Terkini, pada implementasi BISA 2023-2024, Bayer bermitra dengan Reach52 yang menghadirkan digitalisasi layanan bidan melalui aplikasi ponsel pintar (reach52 access) untuk memudahkan pemantauan kondisi pasien, akses informasi obat, kemudahan dalam pembelian obat, serta penjadwalan konsultasi medis. Pada tahap awal, area implementasi teknologi digital ini difokuskan di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, Banten, serta Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Florian Zirnstein, Direktur Bayer Indonesia mengatakan, Sejak 2020, selama menjalankan program BISA, kami seringkali mendapati situasi petani yang kesulitan dalam mengakses fasilitas maupun layanan kesehatan karena keterbatasan jumlah fasilitas maupun kendala jarak. Pengalaman ini mendorong Bayer untuk terus mengembangkan program BISA agar semakin berdampak bagi petani di Indonesia.
Pendekatan baru program BISA kali ini adalah membangun jaringan bidan desa dan menguatkan peran mereka dengan dukungan aplikasi ponsel pintar untuk mengumpulkan data kondisi kesehatan komunitas petani setempat beserta keluarganya.
Florian Zirnstein menambahkan, Pemanfaatan teknologi digital oleh para bidan menjadi solusi untuk menghadirkan akses layanan kesehatan yang memudahkan, sekaligus tepat menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat pedesaan. Inisiatif ini menjadi wujud keseriusan kami dalam mendukung transformasi kesehatan yang diusung pemerintah.
Penguatan program BISA tersebut sejalan dengan tema peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini, Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju, yang diusung Kementerian Kesehatan. Pemerintah mempunyai visi besar untuk menyediakan akses layanan kesehatan yang adil, bermutu dan berkualitas di seluruh pelosok negeri.
Kabupaten Serang menjadi salah satu fokus wilayah program BISA 2023-2024 mengingat prevalensi stunting balita-nya sebesar 26,4 persen; tertinggi kedua di Provinsi Banten – setelah Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 Kementerian Kesehatan, angka tersebut jauh di atas prevalensi stunting nasional (21,6 persen), bahkan dibandingkan Provinsi Banten (20 persen). Tak hanya itu, dengan populasi 1,62 juta jiwa, jumlah dokter di Kabupaten Serang tergolong terbatas, hanya sebanyak 376. Artinya, 1 dokter melayani lebih dari 4000 penduduk. Jauh dari rasio ideal yang ditetapkan oleh WHO sebesar 1:1000.
Sementara, jumlah bidan di Kabupaten Serang yang mencapai 727 (hampir 2 kali jumlah dokter), sebenarnya berpotensi untuk mendukung penurunan angka stunting di daerah ini. Bidan sebagai salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat memiliki kompetensi dalam pengetahuan dan keterampilan untuk perawatan ibu hamil, bayi, balita dan anak prasekolah, termasuk promosi dan konseling kesehatan secara umum. Pelibatan bidan secara lebih aktif dalam mengedukasi perawatan kesehatan mandiri dan perencanaan keluarga dapat memberikan pondasi bagi masyarakat pedesaan untuk lebih berdaya mengatasi stunting dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam sambutannya mengungkapkan penghargaannya kepada Bayer sebagai pelaku usaha yang dengan berperan aktif dalam upaya penurunan stunting nasional, Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan upaya percepatan penurunan stunting. Bayer Indonesia merupakan salah satu mitra strategis yang pada hari ini meluncurkan Program Bayer untuk Indonesia di Serang sebagai Kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di Banten. Program ini merupakan program kolaboratif yang menjadi salah satu pendukung dalam upaya mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga Indonesia melalui peningkatan kapasitas kesehatan dan ekonomi melalui pertanian, kata Hasto.
Bayer melalui program BISA berkomitmen untuk memberdayakan petani melalui inisiatif Better Life Farming dengan memberikan akses teknologi terbaru dan membangkitkan ekosistem bisnis pertanian pedesaan dengan kemitraan bersama dengan rantai pasok.dian
