20.8 C
New York

Wilmar Datang, Petani Senang

Published:

Agrofarm.co.id, Ngawi-Ketua Gabungan Kelopmpok Tani (Gapoktan) Tani Makmur, Desa Kartoharjo Kabupaten Ngawi, Sutrisno merasa senang dengan adanya Wilmar Padi Indonesia (WPI) di wilahnya karena mampu meningkatkan produktivitas padi dan memberikan kepastian harga gabah di tingkat petani.

“Sebelum ada Wilmar bingung kita menjual kemana dan kalau ada yang beli gabah harganya terlalu murah. Namun setelah ada kemitraan dan pendampingan dengan Wilmar, petani sekarang ada kepastian harga dari pabrik. Dulu petani diatur tengkulak yang harga ditentukan sepihak,” kata dia, Jumat (15/9/2023).

“Wilmar datang, petani merasa senang. Kepastian harga jelas, musim hujan atau musim kemarau oke, terkadang musim hujan padi menjadi basah, namun adanya kemitraan dengan keadaan apapun bisa diterima Wilmar. Sekarang tugas kami tinggal meningkatkan kualitas gabah sesuai standar pabrik,” tambah dia.

Sebelum bermitra dengan Wilmar, kata Sutrisno, harga gabah di beli oleh tengkulak Rp2.800-Rp3.000 per kilogram (kg). “Namun usai Wilmar datang harga gabah langsung melonjak paling rendah sebesar Rp4.200 per kg. Imbasnya petani banyak petani ikut kemitraan dengan Wilmar,” ujar dia.

Saat ini harga pembelian gabah kering panen (GKP) oleh perusahaan mencapai Rp7.000 per kg. Menurut dia, meski harga di luar harganya lebih tinggi sekitar Rp7.200 per kg, petani tetap menjual ke Wilmar karena sudah merasa nyaman,

Ada pendampingan, bantuan pupuk, bibit dari Wilmar dan kepastian harga membuat petani senang. “Sehingga petani tidak menjual gabah ke tempat lan,” tutur dia.

Sutrisno menambahkan, terjadi ningkatan produksi padi petani meningkat dari 4 ton per hectare (ha) menjadi 7 ton per ha hingga 10 ton per ha.

Dia mengungkapkan, tantangan petani saat ini adalah serangan hama tikus karena bisa megakibatkan produksi padi turun, bahkan gagal panen. “Sampai saat ini belum ada obat yang mampu membasmi hama tikus,” kata dia.

Dia berharap kepada perusahaaan menyediakan moda transportasi pengangkutan gabah dari petani ke pabrik, untuk memangkas biaya pengiriman.

Sutrisno menyebutkan, luas areal sawah Gapoktan Tani Makmur sebesar 319 ha dengan jumlah anggota 145 orang. Akan tetapi, yang baru bergabung dengan kemitran Wilmar sekiitar 60 ha. “Target kami 100 ha dapat bermitra dengan Wilmar tahun ini dari awalnya hanya 20 ha,” jelas dia. Bantolo

Related articles

Recent articles