20.8 C
New York

Penggilingan Padi Jawa Timur Merasa Terbantu Kehadiran Wilmar

Published:

Agrofarm.co.id, Mojokerto-Para pengusaha penggilingan padi Jawa Timur mendukung keberadaan Wilmar Padi Indonesia (WPI) lantaran perusahaan dinilai bisa memberikan kepastian harga dan pembelian beras petani.

“Dengan ada Wilmar merasa terbantu sekali karena ada kepastian harga dan pembelian gabah atau beras,” ujar Ratna Isminar, Pengusaha Penggilingan Padi Desa Baderan Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi Jawa Timur, Sabtu (16/9/2023).

Sebelum bermitra dengan Wilmar, kata Ratna, mengalami kesulitan untuk mencari pembeli gabah atau beras pecah kulit (PK). Kalau pun ada yang beli itu tidak setiap hari.

“Sebelum ada kerjasama dengan Wilmar, kita kalau mau produksi masih mencari pembelinya. Jika pun ada pembeli, tidak pasti tiap hari. Sementara kami minta ada kontinuitas, setiap hari proses dan ada yang beli supaya keuangan usaha kami tak terganggu,” ungkap dia.

Menurut dia, saat ini sudah tak bingung lagi untuk menjual hasil penggilingan karena gabah atau beras PK bisa dijual pabrik Wilmar asalkan memenuhi standar pabrik. “Apabila beras kita sesuai dengan parameter pabrik, produksi kami selalu bisa masuk. Sekarang tidak bingung lagi dengan penjualan,” kata Ratna.

Berkat bermitra dengan Wilmar, usaha penggilingan padi Ratna semakin berkembang. “Ada Wilnar jadi senang karena pekerjaan lebih lancar, sebelumnya terbatas hanya satu pengirriman truk menyesuaian kemampuan penggilingan. Sekarang lebih dari itu, 6 sampai 7 pengiriman per hari karena ada yang nampung sampai 8 ton-10 ton,” jelas Ratna.

Dia berharap, kuota pengiriman gabah atau beras PK ke pabrik Wilmar bisa meningkat ke depannya. Pasalnya kemampuan produksi penggilingan padinya mencapai 15 ton per hari.

Hal senada diungkapkan Pengusaha Penggilingan Padi Kabupaten Mojokerto, Ricki Budiono bahwa kehadiran Wilmar sangat membantu usahanya, salah satunya pada saat panen raya. “Tidak mungkin mampu menggiling semua gabah dari petani. Jadi adanya pabrik sangat membantu kami,” ujar dia.

Kenapa menjual gabah ke Wilmar, menurut dia, lantaran sudah cocok dan pelayanan perusahaan memuaskan. Ricki mulai bergabung menjadi mitra Wilmar tahun 2020.

Saat ini harga pembelian gabah oleh Wilmar sebesar Rp6.900 per kilogram (kg). Meski di luar perusahaan harga gabah sudah di atas Rp7.000 per kg. Akan tetapi, Ricki lebih memilih menjual gabahnya ke WPI. “Tidak enak kalau menjual ke tempat lain,” ujar dia.

Ricki mengatakan, pengiriman gabah ke Wilmar biasanya 10 truk per hari yang bisa mencapai 10 ton. Namun saat ini menyusut hanya 4 sampai 5 truk lantaran sulitnya mencari gabah di lapangan karena masuk musim paceklik.

Fajar Bayu, Pengusaha Penggilingan Padi asal Kabupaten Mojokerto menceritakan banyak keuntungan bermitra dengan Wilmar Padi Indonesia. “Sebelum bermitra dengan Wilmar menjual barang itu sulit. Kalau soal Wilmar pembayaran lebih cepat. Selain itu, perusahaan tidak hanya menerima gabah juga beras pecah kulit,” ujar dia.

Fajar mengakui tiga tahun kerjasama dengan Wilmar cukup menguntungkan. Menurut dia, awalnya kuota pengiriman gabah dari 1 ton, sekarang meningkat jadi 3 ton per hari.

“Jadi positif dengan adanya Wilmar dan membantu para penggilingan padi. Ada kepastian harga dan pembelian,” kata dia.

Fajar mengakui bahwa saat ini harga gabah kering panen (GKP) di lapangan melambung tinggi. Dia menyebutkan, harga gabah di tingkat petani di Kabupaten Mojokerto atau Sidoarjo sebesar Rp7.100 per kilogram (kg), Jombang Rp7.350 per kg dan paling tinggi di Lamongan menyentuh Rp7.600 per kg. “Sekarag terjadi rebutan gabah karena kebutuhan lebih besar daripada barangnya,” ungkap dia.

Sementara itu, harga pembelian gabah oleh Wilmar hanya Rp6.900 per kg. “Isu Wilmar meusak harga itu salah karena harga belinya paling murah,” ujar dia. Bantolo

Related articles

Recent articles