Agrofarm.co.id-Muhammad Abdul Ghani (PT Perkebunan Nusantara) sebagai Direktur Utama PTPN III (Persero) menyampaikan bahwa setidaknya terdapat 3 (tiga) pilar dalam pengembangan industri kelapa sawit, antara lain penelitian, peremajaan (replanting) dan iklim berusaha yang baik.
PTPN III (Persero) bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menginisiasi research and development terkait dengan minyak sawit merah. Hal ini sudah menjadi proyek strategis nasional dalam meningkatkan kesehatan dan kecerdasan masyarakat (anti-stunting).
Abdul Ghani menyampaikan juga bahwa dalam rangka hilirisasi PTPN III (Persero) saat ini sedang dalam perencanaan pembangunan pabrik Biodiesel.
Dalam kunjungan ke pameran International Oil Palm Conference (IOPC) 2022 yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Bali, Abdul Ghani hadir bersama dengan Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rachman Ferry Isfianto mengunjungi booth BPDPKS untuk melihat hasil riset dari Pusat Rekayasa Katalis Institut Teknologi Bandung (ITB).
BPDPKS bersama ITB telah berhasil mengembangkan teknologi produksi bensin sawit dengan nilai oktan 93 dan 102 yang telah dilakukan uji coba pada kendaraan bermotor dari Bandung sampai ke Sabang (Aceh).
Ditampilkan juga hasil riset para mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang berhasil melakukan inovasi pengolahan kecap dari bungkil kelapa sawit yang sangat potensial untuk menggantikan kedelai.
“Kegiatan ini dapat menjadi sarana komunikasi antara stakeholder kelapa sawit, antara peneliti, akademisi, industri dan komunitas kelapa sawit untuk dapat memajukan industri kelapa sawit nasional,” harap Abdul Ghani. Natalia Lee
