21.5 C
New York

Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto Hadiri Peresmian Pabrik Kelapa Sawit PT Satya Agung

Published:

Agrofarm.co.id-Sebagai salah satu provinsi penghasil kelapa sawit yang cukup besar di Indonesia, Aceh masih sangat membutuhkan pabrik kelapa sawit (PKS) yang mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO). Untuk itu, Bahruny Group mendirikan pabrik kelapa sawit PT Satya Agung di wilayah Aceh Utara.

Komisaris Utama Bahruny Group, Joefly J. Bahroeny mengatakan bahwa PKS yang diresmikan tersebut berkapasitas olah 30 ton TBS per jam yang dapat ditingkatkan menjadi 45 ton TBS per jam. Kehadiran PKS ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat terutama petani sawit sebagai bagian dari upaya mempermudah penyerapan buah sawit petani plasma maupun petani swadaya.

“Dengan kehadiran PKS PT Satya Agung, kami ingin membantu pemerintah setempat dan pusat untuk memberdayakan perekonomian masyarakat khususnya petani sawit,” kata Joefly.

Menteri ATR/BPN, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, S.I.P. turut hadir secara langsung pada acara peresmian PKS PT Satya Agung oleh Pj Gubernur Aceh, Mayjen (Purn) Achmad Marzuki pada hari Rabu, 16 November 2022 di area PKS PT. Satya Agung, Desa Uram Jalan, Kecamatan Geureudong Pasee, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Selain peresmian PKS PT Satya Agung, Menteri ATR/BPN juga sekaligus menyaksikan peresmian Masjid H.M Joesoef Bahroeny yang juga diresmikan oleh Pj Gubernur Aceh pada rangkaian acara tersebut.

Selain itu, agenda utama Menteri ATR/BPN adalah melakukan penyerahan sertifikat kepada petani sawit mitra plasma Bahruny Group melalui Koperasi Mentari dan Koperasi Harta Bumou Mbang seluas kurang lebih 2000 Ha untuk 1000 petani plasma.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Dr. Gulat ME Manurung, MP, C.IMA. menyambut peresmian ini dengan antusias dan penuh syukur.

“Saya bersyukur dengan pendirian PKS PT Satya Agung ini. Kebetulan kebun anggota APKASINDO sangat banyak di radius PKS ini. Dan atas undangan PT Satya Agung, saya sangat senang bisa hadir disini dalam peresmian PKS dan acara penyerahan sertifikat kepada petani sawit mitra plasma Bahruny Group,” ujar Gulat.

Gulat menceritakan bahwa kehadiran Menteri ATR/BPN juga menambah semangatnya untuk secepatnya tiba dilokasi acara. Gulat berharap pak Menteri juga bisa sekaligus melihat kondisi eksisting di lapangan, betapa berartinya sawit bagi ekonomi masyarakat setempat dan tentu Indonesia yang sudah menerima manfaat melalui kuatnya ekonomi nasional dapat melalui terpaan berbagai isu dan goncangan dunia.

“Walau perjalanan cukup jauh untuk tiba dilokasi, sampai 3 kali ganti pesawat, tapi saya sangat semangat karena PKS ini nyata membantu masyarakat sekitarnya,” lanjut Gulat.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi referensi bagi korporasi sawit lainnya agar benar-benar bersinergi dengan petani sawit seperti yang dilakukan oleh PT Satya Agung. Membuka kran TBS kepada petani swadaya dengan harga yang setara adalah kata kuncinya, tegas Gulat.

Sebagai Doktor Lingkungan, Gulat menekankan bahwa empat dimensi keberlanjutan sawit, yakni ekologi, sosial, lingkungan dan hukum harus saling sejalan. Tidak bisa hanya membicarakan aspek lingkungan dan hukum sementara masyarakat sekitar malah banyak yang miskin ditengah-tengah kekayaan sumber daya alamnya.

Gulat juga menyampaikan bahwa mustahil suatu perusahaan dapat berjalan langgeng, apabila kehadiran perusahaan tersebut tidak memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar.

“DPP APKASINDO mengucapkan selamat kepada petani sawit Aceh Utara dan Lhokseumawe atas kehadiran PKS PT Satya Agung. Apresiasi dan terima kasih kepada Bang Joefly J. Bahroeny, yang sudah menempatkan petani sawit sebagai mitra strategis dan berkelanjutan.” ungkap Gulat. Bantolo

Related articles

Recent articles