21.9 C
New York

Dukungan Nojorono Kudus dalam Upaya Mitigasi Bencana Kebakaran di Kabupaten Kudus

Published:

Agrofarm.co.id-Sejalan dengan misi Nojorono Kudus untuk menjadi Cahaya bagi masyarakat luas. Di bulan Agustus tahun 2022, Nojorono Kudus turut aktif dalam pengembangan sosial kemasyarakatan. Beberapa kegiatan sosial yang dilakukan diantaranya, mengadakan sosialisasi mitigasi bencana kebakaran untuk masyarakat Kudus.

Tercatat menurut BPS, adanya 8 kasus kebakaran yang melanda Kabupaten Kudus di tahun 2021, dan sekitar 13 kasus kebakaran terjadi di Kudus sepanjang pertengahan tahun 2022. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penanggulangan dini terhadap kebakaran, menjadi salah satu akibat kebakaran yang menimbulkan banyak kerugian.

Menyikapi hal tersebut, Nojorono Kudus mengadakan sosialisasi pelatihan dan simulasi pemadam kebakaran bagi masyarakat. Kegiatan ini digelar di dua tempat yang berbeda, yakni di SMK Kristen Nusantara dan Balai Desa Kaliwungu pada 26 Juli 2022 dan 10 Agustus 2022 silam. Melalui pelatihan, harapannya dapat memberikan pengetahuan dasar kepada masyarakat untuk melakukan tindakan preventif dan mengetahui langkah awal bila terjadi kebakaran. Dalam pelatihan, juga disampaikan pengetahuan dasar menggunakan alat pemadam kebakaran dengan baik dan benar. Selain sosialisasi mitigasi bencana kebakaran, tepatnya 11 Agustus 2022, Nojorono Kudus juga turut menyalurkan bantuan bagi penyintas stunting. Jumlah penyintas stunting di Kabupaten Kudus, hingga Juli 2022 tercatat mencapai 2.400 balita.

Hal ini yang mendasari itikad Nojorono Kudus dalam menyalurkan bantuan. Bantuan yang diberikan meliputi paket bahan pangan kepada balita umur 6 bulan hingga 5 tahun dan difokuskan di kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Ragam upaya yang dilakukan oleh Nojorono Kudus terhadap lingkungan dan sosial, merupakan sebuah wujud sinergi dan kepedulian terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan, yang harus dilakukan bersama-sama.

T. Sugiyanto selaku CSR Department Head Nojorono Kudus menyampaikan bahwa, Nojorono Kudus terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kudus, Nojorono Kudus telah diberkati untuk terus maju hampir sembilan dekade. Eksistensi Nojorono Kudus merupakan sebuah pertanda bahwa Nojorono Kudus terus berdiri untuk menjadi sebuah agen perubahan, serta menjadi Cahaya untuk sekitar. Harapannya, kesuksesan yang diraih oleh Nojorono Kudus, tidak hanya dapat dirasakan oleh khalayak sekitar Nojorono Kudus saja, melainkan iso nguripi berbagai lapisan masyarakat di Indonesia, tutup T. Sugiyanto dalam keterangan tertulis, kemarin.

PT Nojorono Tobacco International merupakan salah satu perusahaan pelopor rokok kretek di Indonesia yang diinisiasi oleh Tjoa Kang Hay yang menunjuk kedua menantunya yakni Ko Djee Siong dan Tan Djing Thay. Seiring dengan perkembangan bisnis yang maju, kemudian perusahaan dikukuhkan pada 14 Oktober 1932 dan berpusat di Kota Kudus, Jawa Tengah.

Saat ini, PT Nojorono Tobacco International termasuk dalam kategori industri sigaret lima besar di Indonesia. PT Nojorono Tobacco International dikenal sebagai pemilik merek dagang Minak Djinggo yang diluncurkan tahun 1932. dian

Related articles

Recent articles