21.9 C
New York

GAPKI: Kondisi Industri Sawit Saat Ini Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Published:

Agrofarm.co.id-Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono meminta industri hulu dan hilir kelapa sawit tetap kompak dalam menghapi tantangan global maupun dalam negeri.

“Sawit Indonesia menghadapi tantangan (challenging) oleh karena itu hal yang sangat penting adalah kita saling memberikan informasi dan pemahaman supaya situasi atau kondisi yang challenging ini dapat diminimalisir dengan baik,” ungkap dia dalam acara Buka Puasa Bersama GAPKI, Rabu (20/4/2022).

Joko mengatakan, pihaknya tidak terlalu senang dengan kondisi industri sawit saat ini karena eksesnya bisa berdampak kemana-mana. “Situasi global memang harga komoditas sekarang naik, termasuk minyak nabati tak terkecuali minyak sawit tentu karena aspek supply and demand,” ujar dia.

Dan, minyak sawit juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. “Kenapa harga begitu tinggi karena terjadi supply yang ketat karena faktor kegagalan panen dan faktor perang Rusia Ukraina,” jelas Joko.

Menurut dia, minyak sawit Indonesia tidak terlalu berkontribusi meski pasokan minyak nabati global mengalami pengetatan. “Supply minyak sawit di Indonesia juga sama kondisinya tidak sesuai yang diharapkan,” kata dia.

Bahkan, Joko menegaskan bahwa industri sawit saat ini sedang pada kondisi yang tidak baik-baik saja karena eksesnya bisa kemana-mana. Selain itu, kondisi global juga mempengaruhi dengan harga komoditas termasuk minyak nabati tak terkecuali sawit juga mengalami kenaikan..

“Ternyata sawit Indonesia juga berkontribusi dan tidak terlalu excellence, antara suplai minyak nabati global mengalami pengetatan termasuk minyak sawit Indonesia juga sama. Jika produksi minyak sawit Indonesia produksinya melimpah ruah, itu masih mending. Meski dipasar global supply-nya ketat, ternyata sawit Indonesia juga tidak seperti yang diharapkan,” ungkap dia.

Pada Januari – Februari 2022 produksi minyak sawit mengalami penurunan. Produksi turun otomatis ekspor juga turun dan pada beberapa bulan ke depan juga akan menghadapi situasi yang hampir sama, tandas dia.

Imbasnya akan terjadi kelangkaan minyak goreng di dalam negeri. “Kelangkaan minyak goreng juga sebagai ekses (dampak) kondisi yang sedang terjadi. Mudah-mudahan kita bisa memahami kondisi yang sama untuk memahami kondisi yang sebenarnya. Ini penting. Kalau bisa memiliki pemahaman yang lengkap dapat memberikan penilaian yang objektif,” terang Joko. Bantolo

Related articles

Recent articles