Agrofarm.co.id-Bisnis unggas dan udang tahun ini diprediksi masih menjanjikan lantaran membaiknya perekonomian nasional pasca dihantam pandemi Covid-19.
Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB University Prof Dr Hermanto Siregar mengungkapkan, membaiknya perekonomian nasional dapat meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat dan imbasnya permintaan produk unggas dan unggas juga ikut terkerek.
“Kenaikan pendapatan per kapita akan meningkatkan permintaan untuk konsumsi produk-produk tersebut,” ujar dia dalam Webinar bertema Geliat Bisnis Udang dan Unggas Di Tahun Macan Air, Kamis (10/3/2022).
Kemudian populasi penduduk Indonesia setiap tahun mengalami kenaikan sekitar 4 juta orang. Pendapatan per kapita ditambah populasi ini akan meningkatkan total konsumsi terhadap komiditi unggas maupun udang, ujar Hermanto.
“Ditambah adanya kenaikan harga daging dan kedelai terus menerus. Maka akan ada subsitusi untuk mengkonsumsi lebih banyak unggas yakni telur dan ayam,” kata Hermanto.
Sementara itu, produksi daging ayam ras pada 2022 diperkirakan mencapai 4,07 juta ton. Sedangkan kebutuhan sebesar 3.19 juta ton. “Sehingga terjadi surplus produksi sekitar 883.00 ton,” jelas Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud.
Adapun produksi telur ayam tahun ini diprediksi sekitar 5,92 juta ton dan total kebutuhan mencapai 5.31 juta ton. “Diperkirakan telur ayam ras tahun ini juga surplus sebesar 615 ribu ton,” tambah dia.
Berdasarkan Keputusan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, SE No.16048 Tahun 2022 tanggal 16 Februari 2022 dilakukan pengaturan dan pengendalian produksi DOC final stock ayam ras pedaging untuk bulan Februari dan Maret melalui cutting HE fertile.
“Ini terus dijalankan dan mudah-mudahan bisa mengatasi over stok yang terjadi baik ayam ras maupun telur,” harap Musdhalifah.
Sedangkan perkembangan harga daging ayam ras dan telur di tingkat peternak cenderung mengalami kenaikan. “Rata-rata harga livebird nasional per 7 Maret 2022 mencapai Rp20.552 per kilogram (kg) dan harga telur ayam ras sebesar Rp21.535 per kg,” ungkap dia.
Harga daging ayam ras di tingkat konsumen pada awal tahun ini kecenderungan meningkat. Namun mengalami penurunan setelah Februari 2022 dan saat ini trennya meningkat.
Sedangkan harga telur ayam ras di tingkat konsumen cenderung turun pada awal 2022. Akan tetapi, sejak akhir Fenruari harga telur terus meningkat. “Saat ini rata-rata harga daging ayam ras nasional di tingkat konsumen mencapai Rp36.000 per kg dan telur ayam Rp24.850 per kg,” jelas dia.
Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Tinggal Hermawan mengatakan, udang menjadi salah satu komoditas prioritas utama untuk dikembangkan oleh pemerintah. “Targetnya pada 2024 nilai ekspor udang naik 250% dari awalnya sekitar USD 2 miliar meningkat menjadi USD 5 miliar,” ujar dia.
Produksi udang nasional ditargetkan pada 2024 mencapai 2 juta ton. “Kita bisa menjadi produsen terbesar kedua di dunia, setelah China,” ungkap Tinggal.
Guna mencapai target tersebut KKP akan melakukan langkap. Pertama, revitalisasi tambak udang tradisional menjadi semi intensif. Kedua, revitalisasi tambak udang tradisional menjadi tambak udang modern. Ketiga, investasi tambak udang karena usaha ini padat modal.
Desianto Budi Utomo, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) menyebutkan kapasitas produksi pakan ternak saat ini sekitar 29,7 juta ton/tahun. Jenis pakan yang diproduksi 90% pakan unggas dan 10% pakan akuakultur. “Pakan akuakultur meliputi 70-75% budidaya ikan dan 50-55% budidaya udang,” ujar dia.
Dia berharap tahun ini produksi pakan ternak meningkat berkisar 3% sampai 5% menjadi 21,5 juta ton, lebih tinggi daripada tahun 2021 sebesar 20,5 juta ton.
Menurut dia, mati atau hidupnya pabrik pakan ternak ditentukan oleh industri perunggasan. “Apabila ada penurunan daya beli masyarakat berdampak pada turunnya demand terhadap ayam dan telur, imbasnya terhadap penurunan permintaan pakan ayam,” ungkap Desianto.
Sedangkan pakan akuakultur terutama pakan udang tidak berpengaruh oleh pandemi karena orientasi ekspor. Produksi pakan udang masih tumbuh 5% tahun 2021 mencapai 412.031 ton dari tahun 2020 sekitar 392.410 ton.
Dia menuturkan, pakan unggas berkontribusi terhadap sumber protein hewani masyarakat Indonesia. Meskipun konsumsi dalam negeri masih rendah dari sebelu pandemi 12,9 kg/kapita/tahun turun menjadi 9,7 kg/kapita/tahun.
“Namun kita berharap bisa tumbuh kembali dan mempunyai peluang besar meningkat menjadi 10 kg/kapita/tahun pada 2022. Kalau daya beli masyarakat meningkat, maka permintaan daging ayam dan telur naik serta menggerek demand pakan ternak,” terang dia. Bantolo
