20.8 C
New York

Program SMILE Bantu Petani Swadaya Tingkatkan Produktivitas

Published:

Agrofarm.co.id-Tiga perusahaan terkemuka di industri kelapa sawit-Kao Corporation, Apical Group dan Asian Agri membawa inisiatif keberlanjutan SMILE atau SMallholder Inclusion for better Livelihood & Empowerment Program atau Inklusi Petani untuk Kesejahteraan & Pemberdayaan yang lebih baik kepada 151 petani swadaya di wilayah Maro Sebo Ilir, Provinsi Jambi.

PT Inti Indosawit Subur, unit bisnis di bawah naungan Asian Agri dan Perkumpulan Putra Tunggal Bukit Sangkilan, Selasa (12/01/2022) menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk membantu petani swadaya dalam meningkatkan produktivitas, sertifikasi internasional, dan mendapatkan premi penjualan dari minyak sawit bersertifikat.

Tidak seperti petani plasma yang didukung secara teknis dan finansial oleh perusahaan perkebunan, petani swadaya berdiri sendiri secara finansial, dan seringkali tidak memiliki keahlian yang cukup serta sumber daya yang terbatas untuk mengelola kebun sawitnya dan memproduksi minyak sawit secara produktif dan berkelanjutan.

Program SMILE tidak hanya berupaya meningkatkan pendapatan petani swadaya melalui peningkatan kapasitas dalam pengetahuan teknis, tetapi juga membantu membuka jalan untuk mencapai sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sejak diluncurkan pada Oktober 2020, program ini telah memberikan manfaat bagi sekitar 697 petani swadaya yang tersebar di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi.

**Baca Juga: Asian Agri Mempublikasikan Studi Kasus tentang Komitmen dan Investasinya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Fitria Kurniawan, Sustainability Manager Apical mengatakan, Petani swadaya menyumbang sekitar 30% dari produksi minyak sawit di Indonesia, oleh karena itu sangat penting bagi Apical untuk membantu memfasilitasi inklusi mereka ke dalam rantai pasokan global yang berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi serta dukungan mitra seperti Asian Agri yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam bekerja sama dengan petani, kami berkomitmen untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan petani swadaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, sejalan dengan hal tersebut, kami juga membangun rantai pasokan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial,” ungkap dia dalam rilis yang diterima, Rabu (12/01/2022)

Ramli Simamarta, Regional Head Asian Agri Wilayah Jambi mengungkapkan bahwa selama lebih dari 34 tahun, Asian Agri telah membangun kapasitas petani melalui bimbingan berkelanjutan mengenai praktik perkebunan sawit terbaik. Melalui program SMILE, kami ingin menjangkau lebih luas petani swadaya untuk memperoleh sertifikasi serta memberi pengetahuan bagaimana mengoptimalkan hasil dan produksi tanpa membuka lahan baru dengan pemilihan bibit sawit yang tepat serta bantuan infrastruktur, guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka, tambah Ramli.

Ketua Perkumpulan Putra Tunggal Bukit Sangkilan, Sabki Saputra mengatakan bahwa program SMILE memberikan dampak positif bagi para petani swadaya. Mewakili asosiasi, saya berterima kasih kepada Apical, Asian Agri, dan Kao atas program SMILE yang telah membantu kami sebagai petani swadaya. Melalui program ini, kami mendapatkan bimbingan serta pelatihan tentang budidaya kelapa sawit berkelanjutan untuk mendapatkan sertifikasi RSPO, serta pemberian premi setelah memperoleh sertifikat RSPO. Kami berharap kerja sama ini dapat berlangsung terus menerus dan semoga semakin banyak petani swadaya yang dapat mengikuti program ini, tambah Sabki.

Sejak awal diluncurkan, SMILE telah membuat langkah besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan menjembatani kesenjangan pengetahuan. Kegiatan yang sedang berlangsung pada Fase Pertama (2020-2025) antara lain:

  1. Pengembangan dan dukungan yang diperlukan untuk pemenuhan sertifikasi RSPO;
  2. Lokakarya dan pelatihan untuk berbagai kelompok petani;
  3. Penyelesaian pemetaan poligon untuk kebun sawitpetani swadaya;
  4. Analisis kesenjangan persyaratan/kriteria sertifikasi RSPO oleh konsultan; dan
  5. Melakukan pelatihan kepada para petani mengenai penerapan safety atau keamanan yang sesuai standar di kebun sawit petani swadaya.

Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief, yang juga hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Batanghari sangat mendukung program Smile yg digagas Apical, Kao, dan Asian Agri. “Sekitar 60% sumber pendapatan masyarakat di Kabupaten Batanghari adalah dari sawit, karena itu kami selalu mendukung program-program terbaik terkait sawit, terutama karena program Smile ini sejalan dengan kewajiban kami sebagai Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terutama petani.”

Dalam kesempatan ini Bupati Batanghari juga memberikan apresiasi kepada seluruh petani swadaya yang tergabung dalam program SMILE. Hal ini ditunjukkan dengan pemberian plakat kepada Ketua Perkumpulan Putra Tunggal Bukit Sangkilan sebagai apresiasi atas upaya para petani dalam mencapai program keberlanjutan Indonesia untuk mencapai sumber ketahanan pangan yang berkelanjutan dan tertelusur.

Pada kegiatan ini, para petaniswadaya yang hadirjuga mendapatkan peralatankeselamatan berupa helm pengaman, sarung tangan,alat pemadam kebakaran, dan lain-lain. Seiring transisi program ke fase kedua (2022 2027), kemajuan yang telah dicapai oleh para petani swadaya pada bawah fase pertama akan dipantau untuk persiapan audit mendatang serta dimulainya persiapan untuk sertifikasi RSPO bagi petani swadaya padafase kedua.

Diketahui, Asian Agri adalah salah satu produsen minyak sawit terbesar di Indonesia. Didirikan pada 1979, perusahaan saat ini mengelola 100.000 hektar lahan perkebunan inti dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang. Sebagai pelopor program Perkebunan Inti Rakyat (PIR-Trans) yang digagas Pemerintah Indonesia, Asian Agri saat ini bekerja sama dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit petani plasma, dan bersama dengan petani swadaya mengelola lebih dari 41.000 hektar untuk meningkatkan kehidupan para petani.

Menerapkan kebijakan “tanpa bakar” yang ketat sejak 1994 dan praktik terbaik dalam pengelolaan perkebunan berkelanjutan, Asian Agri telah membantu mitra petaninya meningkatkan produktivitas, hasil panen, dan mengawasi rantai pasokan, sambil membantu mereka memperoleh sertifikasi. Asian Agri juga mengoperasikan pabrik berteknologi tinggi dan memanfaatkan energi secara efisien dan optimal, yang juga meminimalkan efek dari emisi gas rumah kaca.

Asian Agri (PT Inti Indosawit Subur) adalah anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak 2006. Lebih dari 86% perkebunan yang dimilikinya di Provinsi Sumatera Utara, Riau dan Jambi, dan 100% perkebunan petani plasma mitra di Riau and Jambi telah bersertifikat RSPO. Semua perkebunan yang dimiliki perusahaan maupun milik petani plasma mitra Asian Agri telah bersertifikat ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) sejak 2014. Pada tahun 2019, perusahaan juga mendapatkan sertifikasi 100% ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Kegiatan operasional perusahaan juga bersertifikasi ISO 14001, sedangkan Learning Institute dan Pusat Pembibitan Asian Agri di Riau, Indonesia, keduanya bersertifikat ISO 9001. Laboratorium Asian Agri di Pusat Penelitian dan Pengembangan di Tebing Tinggi diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional di bawah ILAC Mutual Recognition Arrangement (ILAC MRA).asianagri.com. Bantolo

Related articles

Recent articles