18.5 C
New York

Membangun Sinergi dan Korporasi Petani Menuju Optimalisasi Ekspor Komoditas Perkebunan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Published:

Agrofarm.co.id-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi Direktorat Jenderal Perkebunan atas terselenggaranya kegiatan Rakor Pembangunan Perkebunan Tahun 2021 dengan tema Membangun Sinergi dan Korporasi Petani Menuju Optimalisasi Ekspor Komoditas Perkebunan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, sebagai upaya mencapai sinergi harmonis program dan kegiatan dalam mendukung pengembangan Perkebunan kedepan.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif untuk menjadikan Perkebunan yang lebih baik, ujar Mentan saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Perkebunan tahun 2021 di Hotel Novotel Bogor (28/12/2021).

“Saya juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Kepala Dinas yang Membidangi Perkebunan provinsi/kabupaten/kota yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pelaksanaan pembangunan perkebunan, sehingga sektor perkebunan telah berkontribusi besar dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah kondisi pandemi covid-19,” ungkap dia.

Syahrul Yasin Limpo menambahkan, Rakor pembangunan perkebunan ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi kinerja tahun 2021 dan percepatan kegiatan pembangunan perkebunan tahun 2022.

“Untuk mewujudkan transformasi ekonomi sebagaimana arahan Bapak Presiden RI Joko Widodo dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa kita harus membangun model bisnis korporasi petani satu sampai dua model bisnis korporasi pada setiap provinsi, yang selanjutnya nanti dapat di contoh oleh provinsi/kabupaten lainnya. Korporasi Petani sebagai sebuah upaya membuat kelompok petani dalam jumlah besar dan membekali kelompok petani tersebut dengan manajemen, aplikasi, serta cara produksi dan pengolahan yang modern. Harapannya dalam penguatan korporasi petani dari hulu ke hilir, petani akan mendapatkan keuntungan lebih besar,” terang dia.

Perkebunan harus mempunyai program unggulan, Lanjut Mentan, yang dapat mengaktualisasikan Perkebunan Indonesia Maju, Mandiri dan Modern, selain korporasi petani komoditas perkebunan, produksi benih unggul perkebunan 20 juta batang sebagai upaya penyediaan logistik benih pada sentra-sentra perkebunan juga untuk memperbaiki produktivitas komoditas perkebunan yang masih belum maksimal.

Program pengembangan komoditas sagu dari hulu ke hilir sebagai diversifikasi pangan, percepatan swasembada gula konsumsi melalui komoditas tebu dan non tebu yaitu stevia, lontar, aren, harus dilakukan secara simultan dan terintegrasi satu sama lainnya sebagai solusi menjawab tantangan pembangunan perkebunan ke depan.

“Pencapaian dan kemajuan pertanian Indonesia kedepan khususnya subsektor perkebunan, tidak lepas dari peran pekebun khususnya generasi milenial. Kita menargetkan bisa mencetak banyak pekebun muda sebagai bagian dari regenerasi. Dengan semangat yang ada pada diri pekebun muda, diharapkan dapat membangkitkan pertanian Indonesia maju mandiri dan modern,” kata dia.

Pada acara rakor ini, diundang para pekebun milenial yang akan dikukuhkan dalam Jaringan Pertanian Nasional (JPN) Perkebunan yang secara nyata terlibat aktif dalam pembangunan perkebunan.

“Penumbuhan jejaring pertanian melalui Jaringan Pertanian Nasional (JPN) merupakan upaya untuk terbangunnya komunikasi petani-petani milenial dari semua daerah atau lokasi. JPN menjadi media untuk bertukar pengalaman, mengembangkan inovasi teknologi pertanian, serta diseminasi teknologi modern,” ungkap dia.

Mentan menambahkan, bahwa Peran JPN melalui pembentukan Komisariat Daerah/Komda dimaksudkan untuk mengkoordinasikan informasi dan program-program pembangunan di setiap kabupaten lebih cepat dan juga sebagai komando dalam gerakan-gerakan pembangunan pertanian khususnya perkebunan sebagai upaya peningkatan produksi nilai tambah dan daya saing produk pertanian maupun perkebunan.

“Kedepan setelah Komda terbentuk, peran Komda harus ditingkatkan dengan dibekali peningkatan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan hardskill maupun softskill yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Pertanian Kab/Kota, perguruan tinggi, pelaku usaha, praktisi, petani maju serta penyuluh pertanian,” jelas dia.

Pada Rakor hari ini, dilakukan paparan oleh para narasumber antara lain Direktur Pangan dan Pertanian-Bappenas, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Selain itu, juga dilakukan pemaparan dan pembahasan detail hasil monitoring dan evaluasi 2021 dan rencana kegiatan Direktorat Jenderal Perkebunan 2022. Bantolo

Related articles

Recent articles