Agrofarm.co.id-Usaha kecil menengah (UKM) asal Lampung berhasil membukukan transaksi ekspor produkmakananringanke Mesirsebesar USD 35 ribu atau senilai Rp500 juta.
Hal itu terwujud melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilangsungkansecara hibrida antara Rafins Snack asal Lampung dan Almo Mart Asian Supermarket asal Mesirpada.
Penandatanganan kontrak ekspor kali ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Trade Expo Indonesia ke-36 Digital Edition.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh pemilik Almo Mart yaitu LouayyMuhammad Khayrullah dan Sri Wahyuni, dan pemilik usaha Rafins Snack yaitu MuhammadRavie Cahya Ansor dan Rospawati.
Penandatanganan MoU ini disaksikan Kepala Kantor Perwakilan Bank IndonesiaProvinsi Lampung Budiharto Setyawan danAtase Perdagangan KBRI CairoIrman Adi Purwanto Moefthi.
Turut hadir perwakilan Bank Indonesia di LondonGalih Utomo, perwakilanDepartemen Regional Bank Indonesia Lampung, perwakilan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, dan staf KBRI Kairo.
Atase Perdagangan KBRI Kairo Irman Adi Purwanto Moefthi menyampaikan, kolaborasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat membuka peluang bagi pelaku UKM untuk menembus pasar ekspor.
“Kolaborasi bersama antara pemerintah, pelaku usaha, diaspora Indonesia, dan semua pihak lainnya dapat memberikan kesempatan UKM untuk siap masuk ke pasar global. Hasil kolaborasi sedang kita saksikan bersama, yaitu antara Almo Mart Asian Supermarket di Mesir dan Rafins Snack di Lampung,” tutur Irman dalam keterangan resminya, Kamis (25/11/2021).
Irman berharap, penandatangananinidapat mendorong lebih banyak pengusaha muda Indonesia untuk maju dan berkembang membantu peningkatan ekspor produk Indonesia ke luar negeri, khususnya pasar Mesir.
Menurut Irman, salah satu upaya mendukung para pelaku usaha kecil dan menengah Indonesia untuk unjuk diri ke pasar global, seperti ke pasar Mesir, adalah dengan memberikan fasilitasi eksporyang dapat membantu para pelaku usaha untuk mempersiapkan ekspor.
Kepala KantorPerwakilan Bank IndonesiaProvinsi LampungBudiharto Setyawanmenyambut baik upaya eksporproduk UKM Lampung di masa pandemi Covid-19 ini.
“Hal ini membuktikan bahwa produk makanan produksi UKM Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk-produk negara lainnya, sehingga mampu menarik minat dan daya beli konsumenseperti di pasar Mesir,” imbuhnya.
Budihartojugamengucapkan selamat kepada Rafin’s Snack yang sudah menembus pasar Mesir, dan berharap Rafin’s Snack dapat menggandeng UKM lainnya untuk naik kelas.
“Bank Indonesia secara terus menerus konsisten untuk mengembangkan UMKM di Indonesia dengan melakukan berbagai program pemberdayaan dan pendampingan kepada UMKM dalam perannya sebagai Agent of Development,” ungkap Budiharto.
Louayy Muhammad Khayrullah mewakili Almo Martmenyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas upaya realisasi kerjasama yang terjalindengan Rafin’s Snack.
Ia optimistisproduk Indonesia ini akan semakin disukai diMesir, baik dari kalangan masyarakat Indonesia sendiri, para ekspatriatdi Mesir, maupunwarga lokal yang menyukai produk makanan Indonesia.Pemilik Rafin’s Snack, Muhammad Ravie Cahya Ansor dan Rospawati jugamenyampaikan rasa syukur.
Keduanya mengapresiasi dukungan Bank Indonesiadan KBRI Kairo yangsenantiasa mendukung dan mendampingi Rafin’s Snack hingga dapat ekspor ke pasar Mesir.
Perdagangan Indonesia Mesir
Perdagangan nonmigas merupakan tulang punggungperdagangan IndonesiaMesir. Bahkan dalam tiga tahun terakhir (20192021), perdagangan nonmigas mendominasi hingga 99,99 persen total pedagangan kedua negara(migas dan nonmigas).
Pada periode JanuariSeptember 2021, total perdagangan nonmigas IndonesiaMesir mencapai USD 1,26 miliar. Nilai ini tumbuh 47,48 persen dibandingperiode yang sama tahun 2020 yang sebesar USD 854,48 juta.Masih di JanuariSeptember 2021, ekspor nonmigas Indonesia ke Mesirtercatatmencapai USD1,09 miliar.
Di sisi lain, impor nonmigas Indonesia dariMesir mencapai USD161,47 juta.Indonesia mencatatkan surplus necara perdagangan sebesar USD 937,29juta pada periode tersebut.
Pada 2020, ekspor nonmigas Indonesia ke Mesir tercatat sebesar USD 1,05 miliar. Impor Indonesia dari Mesir tercatat sebesar USD 128,26 juta.
Sehingga, Indonesia mencatatkan surplus terhadap Mesir sebesar USD 927,50 juta. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Mesir pada 2020adalah minyak kelapa sawit, kopi, benang, dan ban kendaraan.
Sementara itu, komoditas impor utama Indonesia dari Mesir adalah pupuk, kalsium fosfat alami, dan sejumlah buah-buahan seperti kurma, nanas, tin, dan alpukat. Dian
