22.6 C
New York

Mantap, Kemendag Lepas Ekspor Kopi ke Mesir Senilai USD 1,2 Juta

Published:

Agrofarm.co.id-Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi melepas kontainer ekspor kopi bersama Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Nina Sulistyowati di Bandar Lampung, Lampung.

Ekspor kopi hasil kerja sama PPI dengan petani lokal ini berhasil menorehkan potensi transaksi sebesar USD 1,2 juta.

Pengiriman perdana sebanyak 100 ton kopi. Selanjutnya setiap bulan hingga akhir tahun akan dikirim masing-masing 200 ton. Jenis kopi yang diekspor yaitu kopi robusta yang tumbuh di wilayah Lampung dan Sumatra Selatan dengan cita rasa yang unik yang dipengaruhi cara pengolahan dan kekhasan iklim daerah.

“Ekspor kopi ke Mesir ini merupakan kolaborasi PPI dengan para petani lokal sebagai penyedia komoditas ekspor. Kemendag terus mendorong kolaborasi dan sinergi antara petani, eksportir, dan pemerintah agar dapat terus ditingkatkan sehingga para petani lokal mendapat pangsa pasar yang lebih luas dan kinerja ekspor nonmigas, khususnya produk pertanian dan perkebunan semakin meningkat,” jelas Didi dalam keterangan resminya, Rabu (15/9/2021).

Selain itu, lanjut Didi, kerja sama dan kolaborasi dengan buyer menjadi kunci keberhasilan.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam berkompetisi memenangkan pasar global. Kemendag akan terus memberikan dukungan dan perhatian penuh bagi para buyer produk Indonesia melalui berbagai program,” ungkap Didi.

Didi mengapresiasi langkah-langkah progresif yang diambil oleh pelaku usaha nasional, termasuk oleh PPI, tuntuk menggenjot ekspor nasional.

Sementara itu, Dirut PPI Nina Sulistyowati mengatakan, ekspor kopi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, mengekspos potensi komoditas Indonesia untuk memenuhi permintaan kopi di luar negeri.

“Rencananya, importir tersebut akan meningkatkan permintaan untuk kopi dari Indonesia sebanyak 6 ribu ton tahun depan,” terang Nina.

Nina menambahkan, ekspor kopi ke Mesir ini merupakan lanjutan dari ekspor kopi yang sudah dimulai pada 2018, berturut-turut pada awal 2020, dan sempat terhenti karena pandemi Covid-19. PPI berkomitmen terus meningkatkan potensi ekspor dari beragam komoditas di Indonesia ke mancanegara.

Turut menyaksikan pelepasan ekspor kopi tersebut secara virtual yaitu Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN Zuryati Simbolon, Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf, dan Komisaris Utama PPI Herman Heru Suprobo.

Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf mengungkapkan, Indonesia menjadi peringkat pertama pengekspor kopi di Mesir dengan persentase 54 persen.

“Indonesia juga berpeluang besar mengembangkan potensi ekspor ke Mesir dengan produk pertanian lainnya, seperti rempah-rempah berupa pala, lengkuas, kayu manis, kapulaga, serta potensi perikanan dan hasil laut,” tambahnya.

Pada periode JanuariJuli 2021, ekspor kopi Indonesia tercatat senilai USD 400,96 juta dengan pangsa pasar terbesar ke Amerika Serikat (24 persen), Mesir (11 persen), Jepang (9 persen), Malaysia (7 persen), dan Italia (6 persen). Pada 2020, Indonesia tercatat sebagai pengekspor kopi dunia ke-9, di bawah Brasil, Swiss, Jerman, Kolombia, Vietnam, Italia, Prancis, dan Honduras. Dian

Related articles

Recent articles