20.8 C
New York

Optimalkan Bahan Baku Lokal, Kemenperin Pacu TKDN Produk Nasional

Published:

Agrofarm.co.id-Kementerian Perindustrian terus mendorong optimalisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada setiap produk industri nasional. Tujuannya, selain untuk memacu daya saing, juga mendukung produktivitas bagi sektor pembuat komponennya.

Langkah optimalisasi teknologi ini sejalan dengan kebijakan Kemenperin untuk menaikkan nilai TKDN menjadi 50% pada tahun 2024 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Sabtu (24/4/2021).

Kepala BSKJI menegaskan, seluruh satuan kerja (satker) di bawah binaannyasiap melayani industri dalam negeri untuk memenuhi pengoptimalanTKDNproduknya,baik itu melalui optimalisasi teknologi rekayasa proses dan rekayasa bahan baku.Jadi, akan meningkatkan penggunaan bahan baku sumber daya alam lokal atauhasil industri hulu lokal, jelasnya.

Salah satu satker BSKJI Kemenperin, yakni Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand Industri) Banjarbaru (BRSBB) telah berhasil menyediakan substitusi pemenuhan bahan baku dariclayimpor dengan claylokal (kaolin) dari Pulau Belitung yang diterapkan pada produksi lembaran rata kalsium silikat. Inovasi ini merupakan bentuk sinergi antara BRSBB dengan PT Sinar Nusantara Industries (PT SNI)melalui kerjasama magang industri dan layanan jasa optimalisasi teknologi industri.

Melalui kolaborasi tersebut, BRSBB berhasilmenunjukkan bahwa kualitas lembaran rata kalsium silikatyang dihasilkan dengan bahan kaolin Belitung sebanding dengan kualitas produk serupadengan bahan clayimpor, ungkap Doddy.

Kaolin merupakan mineral tanah liat yang penting digunakan di sektor industri. Sementara itu,lembaran rata kalsium silikat digunakan sebagai komponen bahan bangunan meliputi dinding, partisi, plafon, listplank, lantai ataupun penggunaan lainnya baik di dalam maupun di luar ruangan.

Saat ini, nilai impor bahan clay terus mengalami penurunan. Pada tahun 2018, total impor claydari seluruh negara sebesar 81.427ton atau senilai USD40,9 juta, turun menjadi74.758ton atau senilai USD42 jutapada 2019,dan turun lagi menjadi 56.195 ton atau senilai USD22,6 juta pada tahun 2020.

Substitusi clayimpor dengan claylokal akan membawa penurunan nilai impor sebesar USD579.104 atau setara Rp8,37 miliar per tahun. Nilai ini merupakan kebutuhan claydari pabrik PT SNI di Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan yang mencapai 1.440 ton per tahunnya.

Di masa mendatang, rekayasa proses ini diharapkan dapat mendorong substitusi impor bahan baku clay untuk menguatkan struktur industri dalam negeri dan menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri domestik, papar Doddy.

Kepala BRSBBBudi Setiawan mengemukakan, kolaborasiBRSBB dengan PT SNI ini telah berlangsung sejak tahun 2018. Percobaan pertama aplikasi clayimpor dengan claylokal pada lembaran rata kalsium silikatdilaksanakan pada skala laboratorium di BRSBB. Setelah itu, kemudian diujicobakan pada skala penuh di liniproduksi PT SNI dan mendapatkan hasil yang memuaskan, ungkapnya.

Menurut Budi, berdasarkan hasil pengujian, kualitas lembaran rata kalsium silikatdari bahan baku clay lokal sudah mampu kompetitif dengan produk serupa yang terbuat dari bahan baku impor. Hal ini sudah teruji dengan parameter sifat fisika, sifat mekanika, bentuk dan sifat tampak, serta uji ketahanan panas atau hujan, sebutnya. irsa

Related articles

Recent articles