17.1 C
New York

Senator Kepri Dorong Usaha Budidaya Cabai di Batam

Published:

Agrofarm.co.id-Pada kunjungan reses Anggota DPD/MPR-RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau (Kepri) Richard Pasaribu menyerap aspirasi masyarakat yang akan terus mendorong kegiatan budidaya cabai di pulau Setokok, Batam dengan skill dan pengetahuan praktik langsung petani di lapangan.

“Kegiatan penyuluhan (untuk petani cabai) terus ditingkatkan sampai transfer berbagai skill dan pengetahuan budidaya yang baik dan benar,” kata Richard dalam keterangannya, Minggu (25/4/2021).

Cabai merah merupakan salah satu komoditas pertanian paling atraktif. Pada saat-saat tertentu, harganya bisa naik berlipat-lipat.

Sedangkan pada momen lain bisa turun hingga tak berharga. Hal ini membuat budidaya cabai merah menjadi tantangan tersendiri bagi para petani.

Disamping fluktuasi harga, budidaya cabai cukup rentan dengan kondisi cuaca dan serangan hama. Untuk meminimalkan semua resiko tersebut, biaya untuk budidaya cabai bisa dikatakan cukup tinggi.

“Kesempatan panen perdana (25 Maret) ditingkatkan dengan ide teknologi. Kondisi Batam berupa dataran rendah, matahari bersinar penuh harus dibarengi dengan teknologi. Kita lihat bagaimana kondisi padang gurun di Israel, tapi sektor pertanian berkembang karena dengan teknologi. Sehingga Israel dan Tiongkok juga berhasil meningkatkan kegiatan pertanian sampai mengalihkan teknologinya kepada Afrika,” ungkap senator asal Kepri.

Usaha budidaya di Setokok yang di dukung program Bank Indonesia (BI) menghasilkan 10 – 12 ton cabai per hektar. Panen mulai akhir Maret yang lalu dan masih berlangsung. Kapasitas produksi 400 450 kg/hari setiap panen. Bibitnya didapat dari Kecamatan Indrapura, Kota Kisaran di Kabupaten Batubara Sumatera Utara.

“Saya sempat petik, dan besok (cabai) mekar lagi. Ketika saya petik, ada (cabai) yang hijau, dan besok sudah menjadi cabai merah. Setelah tiga bulan, Maret Juni, produksi turun. Standar, cabe tumbuh selama delapan bulan. Tapi kalau konsisten perawatan, dengan asupan, panen bisa berlanjut lagi sampai bulan ke sembilan, bahkan bulan ke-13. Kapasitas cabe memang sudah tidak panjang lagi karena usia (tanaman) sudah tua,” terang Richard. Bantolo

Related articles

Recent articles