21.9 C
New York

Mikotoksin pada Jagung Ancam Keberlangsungan Industri Peternakan

Published:

Agrofarm.co.id-Pengamat Pertanian Bungaran Saragih mengungkapkan pengendalian mikotoksin pada jagung di Indonesia itu tidak mudah. Padahal jagung sangat mempengaruhi keberlangsungan industri pakan ternak.

“Pengendalian ini sangat sulit, tidak mudah, tapi kalau tidak dikendalikan akan mengakibatkan buruk sekali. Bukan hanya pada tanaman, hewan atau ternak, tapi pada akhirnya pada manusia,” ujar dia pada Webinar Suara Agrina dengan tema Pentingnya Pengendalian Mikotoksin pada Jagung Pakan, Rabu (31/3/2021).

Namun kata dia, Indonesia tidak perlu khawatir dengan jamur tersebut karena sudah ada negara yang mampu mengendalikan mikotoksin. “Kita beruntung bahwa ada negara yang sampai batas toleran sudah berhasil bagaimana menanggulangi mikotoksin yang berbahaya ini,” beber dia.

Bungaran menyebutkan, Amerika Serikat (AS) mempunyai pengalaman dan sukses menanggulangi mikotoksin pada jagung. “Sehingga negara itu sekarang menjadi produsen dan eksportir jagung terbesar dunia,” jelas dia.

Dia berharap, ke depan Indonesia mempunyai pengetahuan yang lebih dalam dan luas mengenai pengendalian mikotoksin. Pengendalian harus dilakukan dari off farm sampai post harvest, bahkan sampai distribusi.

“Semoga Indonesia bisa benar-benar mengendalikan lebih baik mikotoksin ini pada jagung pakan kita. Jagung pakan kita sangat strategis untuk pengembangan unggas (poultry) atau peternak kita,” ujar Bungaran.

Perlu diketahui konsumsi protein melalui daging dan telur saat ini sangat penting buat bangsa Indonesia. “Bahkan berpotensi tidak hanya untuk negara kita, kalau bisa mengendalikan mikotoksin ini bukan mustahil ekspor kita di bidang jagung, ternak dan telur menjadi kemungkinan lebih besar pada masa mendatang,” terang Menteri Pertanian era 2001-2004.

Budi Tangendjaja PhD Ahli Nutrisi Ternak menambahkan bahwa mikotoksin bisa tumbuh dari awal penanaman jagung. Pada saat jamur berkembang akan diikuti dengan mikotoksin.

“Mikotoksin bisa terjadi di lapangan ketika jagung ditanam, namun ketika panen biasanya jamurnya tumbuh lagi di pabrik, sehingga mikotoksin akan hidup kembali,” kata dia.

Menurut dia, ini harus diperhatikan dalam penanaman jagung supaya mikotoksin dapat dikendalikan. “Jika tidak dikendalikan akan membahayakan ternak ayam, babi, sapi perah dan termasuk manusia yang mengkonsumsinya,” ujar Budi.

Jamur tumbuh pada jagung, maka mikotoksin muncul. “Apabila jamurnya bisa dicegah, mikotoksin bisa dihindari,” tuturnya.

Adapun tanda jagung jamuran diantaranya: baunya tidak enak, timbul panas, warnnaya hitam atau hjau, menggumpal dan kadar air meningkat. Jagung jamuran mengakibatkan menurunnya kadar vitamin, asam amino, energi untuk ternak dan menghasilkan mikotoksin.

Mikotoksin adalah senyawa sekunder (Secondary metabolites) yang dihasilkan oleh jamur dan beracun bagi ternak. Terbentuknya mikotoksin tergantung stress pada jagung yang dipengauhi oleh oksigen, suhu, kadar air dan kandungan gizi.

Upaya yang harus dilakukan untuk pengendalian mikotoksin pada jagung. Pertama, bibit karena negara Amerika Serikat dan Brazil banyak menggunkan bibit produk rekayasa genetika (PRG). Bibit ini tahan terhadap serangan serangga.

“Jagung tetap utuh karena tidak dimakan serangga atau ulat. Kalau jagung terbuka mudah dimasuki jamur atau mikotoksin,” ungkap dia.

Kemudian dalam penanaman jagung lahan harus bersih karena dapat mengurangi resiko tumbuhnya jamur. “Ini harus menjadi perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) supaya petani dilatih menanam dengan cara yang baik dan bersih tanahnya,” kata Budi.

Kedua, panen dilakukan secara mekanisasi agar kadar air rendah dibawah 15 persen. “Indonesia kebanyakan panen belum tua, kadar air diatas 30 persen dan tidak dijemur, akibatnya jamur tumbuh selama penyimpannan,” kata dia.

Untuk itu, alat pengering atau dryer harus disiapkan terutama pada musim hujan. “Pencegahan tumbuhnya jamur harus dilakukan dari pra hingga pasca panen,” ujar dia.

Budi mengatakan, penurunan kadar air menentukan perkembangan jamur. “Mitigasi jagung yang tercemar mikotoksin dapat dilakukan,” jelas dia. Bantolo

 

Related articles

Recent articles