16.9 C
New York

Referendum Swiss Beri Angin Segar terhadap Produk Minyak Sawit RI

Published:

Agrofarm.co.id-Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyambut baik hasil referendum Swiss yang menyetujui kerja sama ekonomi komprehensif dengan Indonesia. Hasil referendum tersebut menunjukkan komitmen Swiss dalam mendukung terwujudnya kerja sama kedua negara dalam skema IndonesiaEuropean Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (IndonesiaEFTA CEPA atau IECEPA).

“Saya mengucapkan selamat atas pelaksanaan referendum di Swiss pada 7 Maret 2021 terkait IE CEPA, yang berjalan lancar dengan hasil positif. Pemerintah Republik Indonesia sangat menghormati proses demokrasi yang ada di Swiss, dan hasil referendum ini memberikan angina segar bagi implementasi IECEPA segera,” kata Mendag dalam keterangan resminya, Rabu (10/3/2021).

Ucapan ini disampaikan Mendag secara khusus dalam pembicaraan melalui telepon dengan Head of Federal Department of Economic Affairs, Education and Research Swiss, Guy Parmelin, Senin (8/3). Guy optimistis hubungan dagang Indonesia dan Swiss akan meningkat dengan adanya IECEPA. Selain itu, pelaku usaha dan investor Swiss juga menyambut baik Undang-undang Cipta Kerja.

Dalam pembicaraan telepon tersebut, keduanya menyambut baik rencana kerja sama di bidang keberkelanjutan (sustainability). Salah satunya lewat IndonesiaSwiss Economic Cooperation and Development Programme 2021-2024, dengan salah satu fokus kerja samanya yaitu terkait rantai nilai yang berkelanjutan (sustainable value chain).

Mendag menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dalam peningkatan perdagangan dan investasi di bawah payung IE CEPA yang mengakui semangat kerja sama, saling menghargai, dan saling menguntungkan untuk produk andalan Indonesia, minyak sawit dan turunannya.

Dukungan mayoritas 51,6 persen pemilih atas IECEPA adalah kabar positif bagi hubungan perdagangan Indonesia dan Swiss, juga bagi integrasi ekonomi Indonesia dengan negara-negara EFTA. Hasil referendum ini juga merupakan afirmasi Indonesia dan negara-negara EFTA untuk mengedepankan kerja sama, bukan mengutamakan kompetisi atau konfrontasi, termasuk dalam memperlakukan isu-isu keberkelanjutan.

Mendag lebih lanjut menekankan bahwa referendum ini memiliki makna khusus bagi upaya Indonesia dan Swiss untuk memastikan agar perdagangan yang terbuka dan adil menjadi pilar dalam perjanjian dagang.

“Swiss adalah mitra dagang dan ekonomi penting bagi Indonesia, begitu juga sebaliknya. Dengan ini, perdagangan kedua negara akan makin meningkat lagi,” ujar Mendag.

Dengan diratifikasinya IECEPA oleh Swiss, Indonesia juga akan segera mempercepat proses ratifikasinya di DPR sehingga implementasi IECEPA dapat segera terlaksana. Indonesia dan negara-negara EFTA (Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein) berkomitmen meningkatkan perdagangan demi pemulihan ekonomi, termasuk peningkatan investasi dan mendukung industrialisasi di Indonesia. Perjanjian IECEPA sendiri telah ditandatangani pada 16 Desembe 2018 di Jakarta.

Dari sisi ekspor nonmigas, pada 2020 ekspor Indonesia ke EFTA mencapai USD 2,45 miliar dan impor dari EFTA tercatat sebesar USD 830 juta. Kondisi tersebut menyumbang surplus bagi neraca perdagangan nonmigas Indonesia sebesar USD 1,62 miliar. Masih dari sisi nonmigas, sebesar 97,77 persen ekspor Indonesia ke EFTA diserap oleh Swiss. Di sisi lain, impor Indonesia dari EFTA datang dari Swiss sebesar 81,33 persen. Dian

Related articles

Recent articles